News Room, Rabu ( 03/07 ) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep, memprediksi dalam 7 hari ini, cuaca di perairan setempat memburuk. Kondisi tersebut, membuat sejumlah operator pelayaran tidak ada yang berani mengoperasionalkan armadanya. Kapal Cepat Express Bahari 3C tujuan Pulau Kangean, memilih off tidak berlayar sejak Senin (01/07). Sedangkan kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) juga tujuan Pulau Kangean, memilih tidak memberangkatkan kapal sejak Selasa (02/07). Bahkan, kapal perintis KM Sabuk Nusantara ke Pulau Masalembu, juga memutuskan menunda pelayaran hingga cuaca membaik. Akibatnya, ratusan penumpang tertahan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Kepala BMKG Kalianget, Sumenep, Joko Sulistiyo menjelaskan, sejak kemarin di Perairan Sumenep terjadi peningkatan kecepatan angin. Dalam kondisi normal, kecepatan angin berkisar 10 knot. Namun saat ini meningkat menjadi 24 knot. “Kecepatan angin 24 knot atau 50 kilometer/jam itu terhitung tinggi. Kecepatan angin dikatakan normal dalam kisaran 10 knot,”katanya. Dengan peningkatan kecepatan angin tersebut, diikuti oleh peningkatan tinggi gelombang di perairan kepulauan Sumenep. “Saat ini tinggi ombak mencapai 3 meter, bahkan bisa lebih dari itu. Tingginya gelombang memang sangat dipengaruhi kecepatan angin. Makin cepat anginnya, ketinggian gelombang pun makin meningkat,”tandasnya. ( Nita, Esha )