News Room, Rabu ( 18/11 ) Peran serta masyarakat untuk memajukan dunia pendidikan bisa bermacam-macam. Bisa melali bantuan buku, perlengkapan sekolah dan lain sebagainya. Kali ini Nurani Dunia Foundation, yayasan Imam B. Prasodjo, berperan dalam memberikan sesuatu kepada negeri ini melalui penyaluran 25 buah sepeda untuk program 1000 sepeda Polygon Untuk Indonesia, kepada siswa-siswi berprestasi di SMPN I Saronggi. Bantuan sepeda secara simbolis diserahkan langsung oleh perwakilan Nurani Dunia Foundation, Khoirul Anam kepada Kepala Sekolah SMPN I Saronggi, Drs. H. Budi Setiono, Rabu pagi tadi (18/11), di halaman sekolah SMPN I Saronggi. H. Budi dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kepedulian Nurani Dunia membantu kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Dan merupakan satu kebanggaan bahwa sekolah yang dipimpinnya bisa mendapat bantuan seperti ini. “Ini sungguh membanggakan. Ini akan memberikan untuk siswa siswi kami dalam menempuh pendidikannya. Mereka tidak kesulitan lagi untuk berangkat ke sekolah. Sekali lagi terima kasih untuk Nurani Dunia,†katanya. Sedangkan Khoirul Anam menjelaskan, bahwa Nurani Dunia adalah yayasan yang berkecimpung dalam bidang sosial dan pendidikan bagi kalangan yang kurang mampu dari segi ekonomi. “Kami, bersama Polygon dan PT Jasa Raharja, memberikan sumbangan sepeda bagi mereka yang membutuhkan, namun tidak mampu, terutama yang berhubungan dengan masa depan bangsa, yaitu yang terkait dengan anak-anak dan pendidikan. Khoirul Anam juga mengatakan, bantuan 1000 sepeda untuk dunia pendidikan oleh Polygon juga disalurkan melalui KOMPAS Gramedia Group, Dekarnas Yogya, Kelompok Media Bali Pos, Yayasan Andi Pangerang Makassar. Dari salah satu sumber, harga per unit sepeda tersebut yakni Rp. 1.125.000,00. Sementara itu, Januar Herwanto, koordinator Ngadek Sodek Parjuga (NSP), mengatakan, bahwa pihaknya hanya sebagai mediator yang membantu Nurani Dunia untuk mencari sekolah yang layak mendapat bantuan. Seusai acara serah terima sepeda, NSP memperagakan bagaiman cara kerja Water Rocket. Selain itu, antusiasme siswa juga tertuju pada beberapa alat peraga sains dan teklonogi yang dibawa NSP di kesempatan itu, seperti teropong bintang, dan alat peraga lainnya. Acara tersebut juga dimeriahkan permainan musik tradisional oleh siswa SMPN I Saronggi. ( Adjie, Esha )