Sumenep-Kominfo News Room : Kondisi dan keberadaan koperasi akhir-akhir ini sangat memperhatinkan. Pasalnya, dari sebanyak 783 koperasi yang telah berbadan hukum ternyata hanya ratusan koperasi yang masih aktif dan koperasi yang nasibnya hidup segan mati tak mau. Fenomena ini terjadi setelah ratusan koperasi tersebut tidak mendapat suntikan dana dari pemerintah, utamanya dana program KUT. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saad Wahdin mengatakan, ketika pemerintah meluncurkan program KUT beberapa waktu lalu, keberadaan koperasi menjamur dimasing-masing Kecamatan, ironisnya, setelah pemerintah menghentikan program KUT, ternyata banyak koperasi yang tidak bisa bertahan lama, buktinya dari 783 koperasi, sebanyak 105 koperasi telah membubarkan diri dan yang masih aktif hanya 324 koperasi. Bahkan lanjut Salimin, dari 783 koperasi, 45 prosen aktifitasnya masih stagnan. Padahal seharusnya aktvitasnya tidak mengandalkan kucuran dana dari pemerintah, melainkan koperasi tersebut harus mampu mengembangkan usahanya sendiri dan tidak hanya mengutamakan kegiatan simpan pinjam saja. Lebih lanjut Salimin mengatakan, upaya merangsang geliat koperasi itu, pihaknya tidak henti-hetinya melakukan pembinaan dan pelatihan, bahkan pemerintah daerah setiap tahun dalam APBD mengalokasikan dana penguatan modal, pada tahun ini saja plafon di APBD sebesar Rp. 1 milyar lebih. Namun pihaknya tidak bisa mencairkan dana tersebut, karena APBD belum cair. Menyinggung adanya penguatan modal dari pemerintah daerah akan melahirkan kopersi baru, Salimin menambahkan, pihaknya optimis meskipun pemerintah daerah menyalurkan penguatan modal kepada koperasi, maka tidak akan merangsang masyarakat untuk membentuk kopersi baru, karena mekanisme penyalurannya sangat berbeda dengan KUT. ( Yasik, Esha )