Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-06-2008
  • 435 Kali

Naiknya Harga BBM Pengaruhi Ekonomi Masyarakat

News Room, Senin ( 02/06 ) Dinaikannya harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemerintah akhir Mei lalu sangat berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat Sepudi. Hal itu bisa dilihat dari hasil pantauan Pranata Humas Kecamatan Gayam, H. Jakfar Rasidi, 2 hari terakhir di Kecamatan Gayam. Harga beras yang semula Rp. 4.000,00 per-kilogram, kini naik menjadi Rp. 5.500,00 per-kilogram. Gula pasir yang awalnya Rp. 6.000,00 sekarang Rp. 6.500,00 per-kilogram. Untuk Bensin, yang per-liternya Rp. 5.500,00 kini naik menjadi Rp. 7.000,00 per-liter. Satu kilogram minyak kepala yang sebelumnya Rp. 10.000,00 kini mencapai Rp. 12.000,00 per-kilogram. Minyak tanah naik dari Rp. 3.000,00 per-liter menjadi Rp. 4.000,00 per-liternya. Termasuk harga telur, yang awalnya Rp. 600,00 perbutir kini naik Rp. 850,00 per-butir. Selain berdampak di pasar sembako, kenaikan harga BBM juga berdampak pada keseharian nelayan di Kecamatan Sepudi. Ini terbukti, beberapa hari terakhir banyak nelayan tidak melaut, karena tingginya harga bahan bakar. Belum lagi nelayan Kecamatan Gayam, kalah bersaing dengan nelayan Kecamatan Dungkek dan Batang-Batang. Sebab, setelah nelayan dari dua daerah tersebut datang ke peraian Sapudi, banyak ikan yang mereka tangkap, sehingga nelayan Sapudi minim hasil tangkapannya. Untuk ongkos transportasi laut, masyarakat juga diresahkan dengan kenaikan harga BBM tersebut. Ongkos perahu trayek Sapudi-Kalianget yang awalnya Rp. 20.000,00 kini naik menjadi Rp. 28.000,00. Sedangkan biaya transport trayek Sepudi - Pelabuhan Kalbut Situbondo naik dari Rp. 25.000,00 menjadi Rp. 35.000,00. ( JuP-31, Esha )