Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-07-2007
  • 817 Kali

Muslimat NU Dan BKKBN Galakkan Keluarga Berencana

Sumenep-Kominfo News Room : Muslimat Nahdlatul Ulama dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasiaonal (BKKBN) menandatangani kesepakatan bersama untuk meningkatkan pelaksanaan program KB secara Nasional. Kerjasama ini digalang dengan memanfaatkan berbagai fasilitas Muslimat NU untuk mendukung pelayanan KB dan Kesehatan, terutama bagi keluarga miskin. Kesepakatan bersama antara Muslimat NU dan BKKBN tersebut ditanda tangani oleh ketua umum Muslimat NU, Dra. Khofifah Indar Parawansa dan Kepala BKKBN, Sugiri Syarief di Kantor Pengurus Besar NU Jakarta, Jum’at kemarin (13/07). Menurut Khofifah, klinik-klinik yang dimiliki Muslimat NU selama ini sudah memberikan layanan KB dan berbagai layanan kesehatan lainnya. Muslimat NU juga telah menjalin kerjasama dengan Johns Hopkins University untuk memberi layanan KB. Namun kerjasama dengan pemerintah sendiri tetap diperlukan, mengingat pelayanan KB dan kesehatan lainnya kepada masyarakat tidaklah mudah. “Sinergi antara NU dan BKKBN ini dapat memperbaiki kualitas KB dan kesehatan secara umum di Indonesia, “ kata Khofifah. Kerjasama ini akan dilakukan hingga tahun 2010 mendatang dengan memanfaatkan klinik-klinik kesehatan yang dimiliki Muslimat NU di seluruh Indonesia. Selain KB, kerjasama juga menyangkut pencegahan infeksi menular seksual dan HIV/AIDS, deteksi dini kanker alat reproduksi, peningkatan derajat kesehatan, serta penurunan kematian ibu dan anak. Sementara itu Kepala BKKBN, Sugiri Syarief mengatakan, pembangunan kependudukan dan KB merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat seketika. Pembangunan kependudukan dan KB ini merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kwalitas SDM-nya dan bukan oleh sumber daya alamnya. Kualitas penduduk dapat ditingkatkan seiring dengan pengendalian kuantitas penduduk. Pembangunan ekonomi tanpa didukung kualitas penduduk yang memadai tidak akan berkelanjutan. Sebaliknya, peningkatan kualitas penduduk tidak akan terjadi, jika tidak ada pertumbuhan ekonomi. “Laju pertumbuhan penduduk saat ini sebesar 1,3 prosen harus dapat diturunkan menjadi 1,14 prosen hingga akhir tahun 2009 mendatang, “ tegas Sugiri. ( KCM, Esha, Ong )