News Room, Rabu ( 26/10 ) Musim pancaroba mulai selimuti Kabupaten Sumenep. Ini dibuktikan, dengan turunnya hujan yang mengguyur sebagian wilayah Sumenep, pada pekan ini. Kepala Stasiun Meteorologi Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin mengakui jika Sumenep mulai diguyur hujan, namun sifatnya masih lokal. “Hujan ini bukan berarti sudah masuk musim penghujan, tapi musim pancaroba. Artinya, turunnya hujan itu tidak menyeluruh, hanya sebagian wilayah saja,”kata Syamsul, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (26/10). Menurut Syamsul, musim pancaroba inilah yang patut diwaspadai. Selain hujan yang terjadi didaerah tertentu, juga berdampak pada cuaca panas, dan angin kencang. “Sekarang, cuaca panas di Sumenep mencapai puncaknya, yakni 35 derajad celcius, dengan kecepatan angin antara 5 hingga 50 kilometer/jam. Kondisi ini akan terjadi hingga dekade kedua bulan Nopember 2011,”terangnya. Untuk musim penghujan, kata Syamsul, diperkirakan berlangsung mulai dekade kedua bulan Nopember hingga Desember 2011 nanti. “Antara tanggal 11 Nopember hingga 10 Desember 2011, awal mulainya musim penghujan di Sumenep dan sekitarnya,”ungkapnya. Tanda-tanda mulainya musim penghujan, adalah curah hujan dalam satu dekade atau 10 hari berturut-turut mencapai 50 milimeter. “Nah, hujan yang mulai turun saat ini, curah hujannya masih jauh dibawah 50 milimeter. Oleh karena itu, kami mengimbau bagi para petani di Sumenep, agar tidak tergesa-gesa melakukan penanaman bibit jagung. Karena, sifat hujan masih lokal,”pungkasnya. ( Nita, Esha )