Media Center, Jumat ( 29/12 ) Musim hujan seperti saat ini, harga elpiji bersubsidi di
Kepulauan/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,
tembus Rp 35.000,00 per-tabung ukurang 3 kilogram. Harga tersebut
bertahan selama 2 pekan terahir ini.
“Pada kondisi normal,
harganya Rp 32.000,00 per-tabung ukuran 3 kilogram.
Tapi, sejak 2 pekan terakhir ini sudah mencapai Rp 35.000,00
per-tabung,”kata salah seorang warga Sapeken, Rahmad (40), Jumat
(29/12).
Tingginya harga elpiji bersubsidi itu terjadi di sejumlah
pulau-pulau kecil, seperti di Desa Tanjung Keaok dan Sepanjang. Namun,
meski harga tinggi, warga setempat tetap tidak kekurangan stok elpiji
tersebut.
"Sementara waktu stok elpiji 3 kilogram masih aman,
hanya harganya saja yang tinggi. Akan tetapi, kalau sampai Januari 2018
kapal belum bisa berangkat, dipastikan akan berdampak pada persediaan
elpiji dan juga harganya bisa naik lagi,"tukasnya.
Ia berharap
kepada pemerintah, agar memperhatikan pendistribusian elpiji ke daerah terpencil, utamanya di kepulauan, sehingga harga
tidak dipermainkan.
"Pemerintah harus berperan, agar harga elpiji bersubsidi di kepulauan bisa dikendalikan,"pungkasnya. ( Nita, Esha )