Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-11-2008
  • 2163 Kali

Musik Tong-Tong Butuh Dana Hingga Puluhan Juta

News Room, Rabu ( 19/11 ) Musik Tong-tong dalam beberapa tahun terakhir benar-benar mendapat tempat di percaturan musik tradisional, mulai dari tingkat Desa hingga ke tingkat nasional. Karena itu, banyak mania musik tong-tong dengan rela mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk mendanai pementasan musik tong-tong, mulai dari pagelaran musik tong-tong, festival maupun hanya sekedar tanggapan untuk memeriahkan acara tertentu. Seperti halnya yang diakui salah seorang pemilik musik tong-tong Putra Angin Ribut asal Kecamatan Pasongsongan, Slamet Riadi. Bahwa untuk sekali manggung terkadang hasilnya tidak sampai 50 persen dari biaya yang dikeluarkan. Walaupun terkadang ada juga yang pas untuk modal biaya atribut dan sebagainya, namun belum termasuk biaya para pemusik dan crew yang terlibat dalam pementasan itu. “Yang kami dapat hanya nama dan kepuasan bathin, sedangkan dari segi pengeluaran, malah terkadang kita tidak terpikirkan. Padahal misalnya kita tampil di Surabaya dengan biaya mencapai Rp. 10 juta, tetapi nilai hadiahnya hanya sekitar Rp. 2 juta,”ujar Slamet Riadi. Malah kadang lebih besar ketika diundang untuk sebuah acara, misalnya saat diundang acara imtihan pernah dibayar Rp. 5 juta. Bahkan ketika diundang pada pawai budaya di Probolinggo cukup dibayar mahal sebesar Rp.10 juta. Namun, menurut Slamet, materi sebenarnya bukan tujuan meski diakui modal musik tong-tong untuk sekali tampil tidaklah sedikit. Juara Umum Festival Musik Tong-tong se Madura 2008 ini memang diakui Slamet, sebenarnya sudah ada sebelum tahun 1990-an. Namun baru digarap benar sejak tahun 2006 yang bahkan langsung melanglang buana ke berbagai daerah sebagai penata musik terpavorit ketika tampil di Surabaya, Bali dan di Taman Mini Indonesia. Pihaknya bertekad akan terus berusaha menampilkan musik Tong-tong itu dengan sebaik mungkin. Karena itu, kepada Pemerintah Kabupaten, Slamet Readi berharap benar-benar mendapat perhatian khusus, utamanya ketika harus memilih duta ke tingkat yang lebih tinggi, hendaknya benar-benar memilih group terbaik yang memang betul-betul hasil seleksi festival sebelumnya. Sebab, jika tidak, semangat pemusik Tong-tong akan pudar dan hanya menjadi pelengkap kesenian tradisional saja. ( Ren, Esha )