Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-12-2006
  • 433 Kali

MULAI 2007 PROGRAM SUBSIDI LANGSUNG TUNAI DIGANTI BANTUAN TUNAI BERSYARAT

Sumenep-Kominfo News Room : Program pemerintah yang berjalan sejak tahun 2006 berupa Subsidi Langsung Tunai (SLT), mulai 2007 akan diganti namanya menjadi Bantuan Tunai Bersyarat (BTB). Jika SLT besarnya Rp. 100.000,00/bulan/Rumah Tangga Miskin (RTM) dan dicairkan tiga bulan sekali, jika BTB besarnya Rp. 300.000,00/bulan/RTM. Hal tersebut diungkapkan Asisten Deputi I Bidang Kesra Menko Kesra, Budianto saat Rakor dan Sosialisasi BTB dengan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Jatim, Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bapemas, BPS, PT Askes dan PT. POS Jatim di Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan Surabaya, Selasa (05/12) pagi tadi. Dikatakannya, program BTB tujuannya sama dengan SLT, yakni membantu mengurangi kemiskinan karena terkena dampak kenaikan harga BBM pada 01 Oktober 2005 lalu, yakni dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Pendidikan Dasar 9 tahun, meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi pekerja anak-anak. Menurut Budianto, salah satu syarat penerima BTB di antaranya adalah RTM yang mempunyai anak usia sekolah antara usia 6-15 tahun, RTM yang mempunyai Balita usia 1-5 tahun yang aktif memeriksakan balitanya ke Puskesmas terdekat, dan dalam RTM tersebut terdapat ibu hamil yang rajin memeriksakan kandungannya ke Posyandu terdekat. Ditambahkannya, agar BTB dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, maka sebelum program BTB di luncurkan tahun depan, saat ini sedang diuji cobakan di Propinsi Sumatera Barat, Sulawesi Utara, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kata Budianto, kerena BTB dananya se Indonesia hanya sebesar Rp. 2,8 trilyun, maka tidak semua RTM di Kabupaten/Kota dan Kecamatan menerima BTB. Untuk Jatim direncanakan hanya 21 Kabupaten/Kota dari 38 Kabupaten/Kota yang dapat menerima BTB. Sedangkan untuk data RTM semuanya harus sepakat menggunakan data dari hasil suvei Badan Pusat Statistik (BPS). Selama ini memang ada beberapa instansi yang memiliki data sendiri, seperti BKKBN tetapi lebih baik menggunakan data dari BPS. Sementara Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekda Jawa Timur, Drs. Endro Siswantoro, M.Si mengatakan, jumlah RTM pada 2005-2006 di Jawa Timur sekitar 3,3 juta atau sekitar 13 juta jiwa dan sebagian besar sudah menerima SLT. Program SLT tersebut sebenarnya di Jatim sudah berjalam cukup baik meskipun masih ada kekuarangan-kekurangan yang masih perlu dibenahi. “Diharapkan program SLT dapat dilanjutkan meskipun nantinya bentuknya berbeda, karena program tersebut dapat membantu mengurangi kemiskinan” ujarnya. ( JNR, Esha )