News Room, Sabtu ( 26/06 ) Peringatan Hari Anti Narkoba yang jatuh pada hari ini, hendaknya bisa dijadikan introspeksi semua kalangan, baik pemerintah, penegak hukum, para Ulama, tokoh masyarakat dan semua unsur masyarakat tanpa terkecuali. Sebab, bahaya narkoba sudah menyentuh semua kalangan mulai tingkat elite, hingga pedesaaan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sumenep, Drs. KH. Safraji ketika ditemui News Room tadi siang, Sabtu (26/06) mengungkapkan, melalui momentum-momentum Hari Anti Narkoba dan semacamnya, pihaknya juga selalu menyerukan kepada para Ulama dan pengurus MUI tingkat Kecamatan, untuk memberikan fatwa terkait dengan persoalan narkoba dan dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan obat-obat terlarang tersebut. “Sebab, saat ini masalah narkoba, minuman keras, pornografi dan segala bentuk kemaksiatan lainya sudah menjalar dimana-mana, sehingga semua pihak harus peduli dan membentengi diri dari pengaruh negatif ini,â€Âujarnya. Dijelaskan, pihaknya seringkali menggelar sosialisasi, pembinaan dan kampanye terhadap persoalan tersebut, baik melalui kegiatan seminar, dialog, pengajian maupun silaturrahmi keberbagai lembaga, karena saat ini lembaga-lembaga, seperti Pondok Pesantren juga tidak lepas dari sasaran barang-barang haram ini. Karena itu KH. Safraji meminta peran semua pihak termasuk orang tua, guru dan semacamnya untuk memberikan tauladan serta didikan pada anak-anaknya, agar tidak mudah terlena dengan pergaualan yang tidak baik, sehingga bisa menjurumuskan dirinya pada kerugian dan kehinaan. “Kita mulai dari diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat untuk menghindari narkoba dan sejenisnya, dan selalu hidup sehat dengan selalu tawakkal kepada Sang Khaliq,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )