News Room, Sabtu ( 11/07 ) Salah satu tempat wisata di Sumenep akan menjadi tempat monument benda purbakala sebuah perahu pada masa kerajaan Majapahit. Hal itu diketahui setelah pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep diundang Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan dan Purbakala pada akhir bulan Juni lalu, tepatnya 29 Juni 2009 di ruang Rapat Dirjen Sejarah dan Purbala. Hal tersebut diakui Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM kepada News Room tadi pagi Sabtu (11/07). Menurutnya, dalam rapat tersebut di sepakati, tempat wisata di Kabupaten Sumenep akan menjadi monument bersejarah tersebut. Sebab, selama ini dari beberapa peneliti baik dalam dan luar negeri banyak ditemukan berbagai macam benda-benda purbakala di kepulauan yang ada di Sumenep. "Ini sebuah gagasan dari Dirjen Sejarah dan Purbakala bersama Komunitas Peduli Mojopahit. Disamping juga merupakan bentuk perwujudan kerjasama antara Jepang dan Indonesia untuk melestarikan keberadaan benda-benda purbakala di Indonesia,"ujar H. Moh. Nasir. Dijelaskan, saat ini masih mencari betuk kapal tempo doeloe itu bersama para pakar sejarah yang ada di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Diantaranya dari ITS, UNDIP dan UI. Disamping itu juga mendatangkan pakar sejarah dan peneliti benda-benda bersejarah dari Prancis dan Jerman. Sedangkan mengenai bentuk kapal yang akan digarap oleh para pengrajin asli putera daerah Sumenep sendiri, diperkirakan panjang perahu 20 hingga 25 meter dengan lebar menyesuaikan, dan 2 hingga 3 tiang layar berbentuk persegi. Sedangkan bentuk tubuh kapal berbentuk V2 endit, serta berbagai bentuk yang akan dipertimbangkan dalam pelaksanaannya. Diperkirakan pada awal Oktober 2009 jelas H. Moh. Nasir sudah mulai di garap. Diharapkan, dengan adanya monument perahu Kerajaan Mojopahit tersebut akan berdampak pada kunjungan wisata, baik dalam maupun luar negeri. Sebab, diperkiraka pasca realisasi Jembatan Suramadu, diperkirakan kunjungan wisata ke Madura, khususnya ke Sumenep akan menjadi tujuan para wisatawan, karena jarak dengan ibu kota Jatim sudah tidak terhalang oleh lautan lagi. ( Ren, Esha )