News Room, Selasa ( 18/08 ) Pengaruh budaya barat, seperti minum-minuman keras, pengguna shabu-shabu hingga perilaku seksual bebas harus segera di perangi dan dikupas tuntas. Karena hal itu sangat merusak generasi muda, khususnya generasi saat ini yang seharusnya tidak lupa dengan perjuangan para pendahulunya dalam memerdekaan republik tercinta ini.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang perintis pejuang Kemerdekaan RI, Soenyoto kepada sejumlah wartawan usai menghadiri acara Ramah-Tamah Bupati Sumenep dengan para perintis pejuang kemerdekaan dan warakawuri di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Selasa (18/08).
“Sangat disayangkan sekali ketika melihat berbagai kejadian saat ini, dimana banyak generasi muda yang rusak perilakunya karena pengaruh budaya barat yang ditiru. Minuman keras, shabu dan perilaku seksual,”ungkapnya.
Karena itu, menurut pria kelahiran 1933 ini, berharap salah satu upaya untuk mencegah perilaku budaya barat tersebut, yakni menanamkan kepada generasi muda, 4 pilar yang harus dijaga dengan baik, yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dengan menanamkan nilai-nilai perjuangan 45 tersebut, maka akan tertanam jiwa dan semangatnya untuk menjaga dan mempertahanakan budaya kita sendiri, agar tidak sampai hancur oleh budaya barat.
Sebab, diakui pria kelahiran Solo yang beristrikan orang Sumenep ini, jiwa patriotisme dan semangat perjuangan 45 tidak akan pernah luntur, jika sudah tertanam di dalam jiwa generasi muda. Sebab, kemerdekaan yang diraih ini telah mengorbankan banyak nyawa, darah, harta dan duka yang mendalam.
“Karena itu, jangan dikotori oleh budaya barat yang dapat merusak generasi bangsa kita,”tandasnya.
Ditambahkan pula, jika perilaku korupsi yang banyak dilakukan oleh para pejabat negeri kita saat ini, menurut Soenyoto karena mereka lupa akan perjuangan para pahlawannya, sehingga para koruptor bisa dikatakan sebagai penjajah masa kini, karena senang makan harta orang lain seenaknya, sedangkan banyak orang lain dimiskinkan. ( Ren, Esha )