Media Center Senin ( 18/09 ) Sungguh miris sekali, Guru Honorer Kategori Dua (K2) di Kabupaten
Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata tidak hafal Pancasila. Itu
diketahui ketika 4 Guru Hononer K2 Sumenep diintermezzo dengan tanya
jawab seputar butir sila dalam Pancasila oleh Ketua Majelis
Permusayawartan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan, di Kabupaten Sumenep, Senin (18/09).
Ketua MPR RI
berada di Sumenep, dalam rangka menghadiri acara Sosialisasi Empat Pilar
Kebangsaan yang digelar Forum Guru Honorer Kategori 2 (K2) Sumenep,
yang digelar di Graha Adi Poday, Senin (18/09).
Mengetahui kondisi
itu, Zulkifli Hasan hanya tersenyum tipis sambil mengatakan, bahwa di
seluruh Indonesia memang merata terjadi seperti ini.
“Memang sebagian guru ada yang tidak hafal Pancasila. Ya karena tidak hafal, ada yang lupa, ada yang memang tidak peduli,”tukasnya.
Ia mengaku tidak
tahu kenapa terjadi seperti ini. Meksi demikian, pihaknya memakluminya,
karena sudah 19 tahun pendidikan Pancasila hilang, termasuk Penataran
P4.
“Pendidikan Pancasila sudah lama tidak ada, sehingga masyarakat lupa soal ideolegi falsafahnya,”paparnya.
Menurutnya, jika
hal tersebut dibiarkan, maka bisa memecah belah Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Karena, bisa saja nanti Pancasila dijadikan sebagai
alat untuk mengkotak-kotakan kepentingan. “Sudah waktunya pendidikan
Pancasila digalakkan kembali untuk menyelamatkan NKRI,”tegasnya. ( Nita,
Esha )