Media Center, Senin ( 14/05 ) Minimnya kesejahteraan yang diterima para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya yang ada di Sumenep, diharapkan tidak menjadi kendala dalam meningkatkan profesionalisme sebagai seorang pendidik anak-anak bangsa.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Hariyanto kepada wartawan, Senin (14/05). Menurutnya, pengabdian sebagai guru PAUD, selain harus profesional juga harus dijiwai.
Diakui, jika sesuai data yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, hanya ada 91 pendidik yang berstatus PNS, sedangkan 1.600 orang lebih masih berstatus non PNS.
Karena itu, para guru PUAD ini diharapkan tetap memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan, khususnya bagi anak usia dini.
“Sebagaimana yang pernah disampaikan Duta PAUD Generasi Cerdas Desa, Arumi Bachsin beberapa waktu lalu di Sumenep, agar guru PAUD bisa memiliki kontribusi besar dan terpenting dalam dunia pendidikan, utamanya dalam membentuk karakter anak sejak dini,” ungkapnya.
Apalagi, diakui Hariyanto, jika para pendidik PAUD dituntut bisa sebagai arsitek anak yang menjadi contoh dan panutan anak. Apalagi saat ini para guru PAUD juga menghadapi generasi Alfa yang memiliki karakter anti sosial, suka dengan hal instan, dan cenderung tidak patuh.
Ditambahkan, jika di tengah gempuran arus teknologi, maka guru PAUD harus bisa menciptakan generasi yang tidak bisa dilakukan mesin, sehingga harus terus berinovasi, agar pendidikan mental bagi anak-anak bisa tertanam kuat sejak dini.
”Tentunya, dengan mendidik mental anak dengan rasa kasih sayang, diharapkan akan masuk dalam akal dan rasa anak,” tambahnya. ( Ren, Esha )