Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-05-2018
  • 480 Kali

Meski Sarana Belum Memadai, Tak Hambat Dunia Pendidikan

Media Center, Rabu ( 02/05 ) Meskipun pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan serta mutu pendidikan yang belum maksimal, namun ternyata tidak menghambat perkembangan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumenep.

“Kita wajib bersyukur dengan tantangan dunia pendidikan yang berat, namun IPM ada peningkatan sejak tahun 2016 hingga 2017, yakni pada tahun 2016 sebesar 63,42 poin, meningkat pada tahun 2017 menjadi 64,28 poin. IPM adalah gambaran atas keberhasilan pembangunan pada dimensi pendidikan dan kesehatan,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2018 di halaman Kantor Bupati, Rabu (02/05).

Begitu juga, dengan dimensi pendidikan yang meliputi aspek rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Menurut Bupati, selama 2 tahun ini, 2 aspek itu mengalami peningkatan, yaitu angka harapan lama sekolah meningkat dari 12,73 tahun menjadi 12,74 tahun, sementara angka rata-rata lama sekolah meningkat dari 5,08 tahun menjadi 5,22 tahun.

Keberhasilan lainnya terkait dengan capaian angka melek huruf, jika pada tahun 2016 sebesar 79,34 persen, menjadi 93,98 persen pada tahun 2017. Hanya saja, meskipun ada peningkatan kemajuan pendidikan di Sumenep terus dilakukan supaya membuahkan hasil yang memuaskan.

”Yang jelas, progres kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep harus terus dilakukan percepatan dan peningkatan, agar kualitas pendidikan di Sumenep tidak semakin tertinggal dengan daerah lainnya,” imbuhnya.

Bupati mengungkapkan, Pemerintah Daerah tidak hanya fokus pada kualitas pendidikan semata, melainkan juga berusaha mencetak siswa yang berilmu dan berkarakter. Salah satu yang dilakukan guna membekali siswa dengan karakter dan nilai agama yang kuat, telah mengimplementasikan program baca tulis Al-Qur’an, dan wajib Diniyah di semua jenjang pendidikan.

“Sejak tahun ajaran 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah meng-implementasikan program baca tulis Al-Qur'an dan wajib Diniyah bagi sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” tuturnya.

Bupati berharap, partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan, karena ikhtiar memajukan pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan kepedulian semua pihak, termasuk elemen masyarakat.

“Ikhtiar besar untuk pendidikan hanya terwujud, apabila kita bekerja keras dan membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Kita harus mengubah perspektif tentang ikhtiar memajukan pendidikan, bukan hanya urusan pemerintah, melainkan urusan kita bersama,” pungkasnya.

Bupati dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 diikuti anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Anggota KORPRI, Satuan anggota Kodim 0827, Kepolisian Resort, Satpol PP, Mahasiswa, para pelajar, Pramuka, dan Organisasi Kepemudaan, serta undangan lainnya. Bertindak sebagai Inpektur Upacara, Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si.

Usai pelaksanaan upacara, Bupati menyerahkan penghargaan pendidikan, diantaranya kepada Firdaus Ulul Abshor, Salman Biltysr, Ilman Faris, dan Ali Sajad dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sebagai Juara I Debat Bahasa Arab ASEAN di Malaysia, masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp. 2.500.000,-. Serta penghargaan pendidikan kepada Nuriyah Lailatul Sakinah dari Kecamatan Ambunten sebagai Juara I Debat Bahasa Arab Internasional di Qatar, menerima uang pembinaan sebesar Rp. 3.500.000,-. ( Yasik, Esha )