Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-01-2012
  • 559 Kali

Mesin Mati, Kapal Milik DPK Jatim Terdampar Di Sapeken

News Room, Jumat ( 27/01 ) Sebuah kapal milik Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Propinsi Jawa Timur, yang merupakan proyek pengadaan kapal tahun 2011, mengangkut sisa bahan proyek terdampar di Perairan Sapeken, tepatnya Pulau Sitabok, Desa/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kapal terdampar karena mesin mati setelah dihantam gelombang tinggi di Perairan Sapeken. Kepala Desa Sapeken, Moh. Sallim menjelaskan, informasi adanya kapal terdampar itu, ketika mendapat informasi dari DPK Jatim. “Kami pun langsung mengecek dengan menggunakan perahu rakyat, pada Jumat (27/01) pagi. Ternyata benar, satu kapal yang belum diberi nama milik DPK Jatim, terdampar,”kata Sallim, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (27/01). Menurutnya, kapal tersebut dinahkodai Bahrum, membawa 3 anak buah kapal dan 2 penumpang. Hanya saja, untuk 2 penumpang sudah ikut perahu berlayar ke Lamongan. “Nakhoda bersama 3 ABK, hingga saat ini masih bertahan di kapal, guna mengamankan sejumlah peralatan proyek yang diangkut,”terangnya. Sementara, berdasarkan penuturan Nahkoda Kapal, Bahrum, awalnya kapal yang dinahkodainya itu berlayar bersama dengan 2 kapal lainnya, dari Kalimantan menuju Probolinggo, pada Sabtu (21/01) malam. “Namun, ditengah perjalanan di perairan Masalembu, tiba-tiba ada ombak besar, sehingga kami menepi dan menambatkan kapal. Lalu, pada Minggu (22/01) pagi, kapal yang saya nahkodai nekat berlayar. Akan tetapi, sesampainya di Perairan Sapeken, mesin kapal mati akibat diterjang ombak. Kemudian kapal terombang ambing terbawa arus hingga ke Perairan Pulau Sitabok, Desa/Kecamatan Sapeken ini,”tutur Sallim, menirukan penjelasan Nahkoda Kapal. Kapal terdampar ini merupakan salah satu pengadaan proyek kapal DPK Propinsi Jawa Timur, pada tahun 2011. Sebenarnya proyek senilai Rp. 1,2 milyar itu dikhususkan membuat 8 kapal. Namun, yang selesai baru 3 kapal, dan 1 kapal masih dikerjakan, sehingga ke 3 kapal itu langsung dilayarkan dari Kalimantan menuju Probolinggo. Karena cuaca laut ekstrem, 2 kapal bertahan di Perairan Masalembu, dan 1 kapal nekad berlayar, yang akhirnya terdampar di Perairan Sapeken. ( Nita, Esha )