News Room, Senin ( 23/06 ) Enam orang keluarga korban pengrusakan rumah yang diisukan sebagai tukang santet di Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, masih dirundung ketakutan, untuk pulang ke kampung halamannya. Sebab, hingga saat ini situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), belum bisa memberikan rasa aman, meskipun aparat sudah mengamankan tersangka yang dianggap dalang dari kejadian tersebut. Dengan ketakutan yang menyelimutinya, keluarga korban, yakni Buhari (26), Masniyatun (20) dan Wiyah (15), semuanya warga Dusun Jeruk Purut, Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Senin pagi (23/06) mendatangi Komisi A DPRD Sumenep. Wiyah mengaku ketakutan untuk melihat rumahnya yang sudah hancur dan rata dengan tanah. Sehingga, terpaksa mengungsi kepada famili jauh, karena jiwanya terancam. “Saya masih terancam, maka saya datang ke Kantor DPRD untuk minta perlindungan hukum,†terangnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumenep, AF. Hari Pontoh, SH berjanji akan memfasilitasi keinginan korban pengrusakan rumah isu santet tersebut. Bahkan, politisi asal Partai Golkar ini langsung berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin via telepon. “Saya berharap sampean ini tenang, karena polisi sekarang sedang melakukan pengamanan di sekitar lokasi,†ujar Pontoh, kepada keluarga korban pengrusakan rumah isu santet. Sekedar mengingatkan, rumah korban dan dapur yang berjumlah empat bangunan, dirusak massa pada Jum’at (20/06) dini hari. Bapak mereka, Dahri (60) yang saat ini mengungsi ke Jakarta di tuduh tukang santet. Dari kasus itu, aparat mengamankan satu pelaku dari dua orang yang diduga terlibat pengrusakan rumah mereka. Namun, warga banyak yang tidak terima, hingga berujung pada pengrusakan kantor Polsek Talango, Sabtu malam kemarin (21/06). ( Nita, Esha )