News Room, Senin ( 26/09 ) Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Sentra Batik Tulis Melati di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, dan Sentra Pengrajin Keris di Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Minggu (25/09).
Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumenep, Menkop UKM juga melibatkan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) yang diharapkan produk yang dihasilkan bisa masuk di pasar international.
“Perlunya peningkatkan produk batik yang terkenal khas warna alam itu. Sebab, kalau menggunakan pewarna alam, itu artinya selaras dengan Go Green,”ujar AAGN Puspayoga ketika berkunjung ke Sentra Batik Tulis Melati di Desa Pakandangan.
Diakui mantan Wagub Bali itu, jika batik Tulis Melati Pakandangan atau Pengrajin Keris Aeng Tongtong harus berorientasi pasar. Sebab, jika tidak seperti itu, nantinya bisa merugikan pengrajin sendiri.
Sedangkan Direktur Utama LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, juga menyatakan siap memberikan fasilitasi bagi pengrajin produk unggulan dari Kabupaten Sumenep ini, yakni dengan membantu pemasaran produk batik dan keris ke pasar ekspor.
“Ini adalah bagian dari tugas LLP-KUKM atau Smesco Indonesia untuk memperkenalkan kerajinan keris Aeng Tongtong dan Batik Tulis Melati yang memiliki keunikan tersendiri,” tandasnya.
Sementara Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengungkapkan, sesuai data dari UNESCO tahun 2012, Kabupaten Sumenep menjadi Kota Keris yang memiliki pengrajin keris terbanyak dunia, yakni sebanyak 524 orang pengrajin keris. Begitu pula potensi Koperasi di Sumenep yang mencapai 1.462 jumlah Koperasi di Sumenep, dan 43 persen atau 445 termasuk koperasi tidak aktif.
Bahkan, tahun ini telah merevitalisasi sebanyak 300 koperasi, dan 145 koperasi tidak aktif yang akan di revitalisasi. Diakui pula, koperasi telah mampu menekan pengangguran di Kabupaten Sumenep.
“Kami juga memiliki program pembiayaan syariah (Pusyar), kerjasama antara Baznas dan Bank BPRS, Dinas Koperasi dan UKM, serta Disperindag, dimana program ini tidak dibebani bunga asuransi dan adminitrasi,”tambahnya. ( Ren, Esha )