Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-09-2015
  • 3090 Kali

Mengenal Fonologi Dalam Paramasastra Madura

News Room, Rabu ( 02/09 ) Paramasastra merupakan tata aturan atau pohon Bahasa Madura. Untuk memahami Bahasa Madura dengan baik dan benar, seseorang harus bisa menguasai setiap cabang dalam Paramasastra Madura.

"Yang pertama harus tahu mengenai proses konsonan, vokal dan diftong yang diucapkan dalam Bahasa Madura. Bab ini dikenal dengan sebutan Fonologi,"kata RB. Abd. Karim, salah seorang pemerhati Bahasa Madura pada News Room.

Menurut Karim, Fonologi merupakan bagian dari paramasastra yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa. Secara etimologi, fonologi disebutnya sebagai bagian dari tata bahasa yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa yang dibagi atas fonetik dan fonemik.

"Fonetik berarti menyelidiki bunyi bahasa dan pemakaiannya serta mempelajari cara menghasilkan bunyi-bunyi tersebut. Sedangkan fonemik ialah mempelajari bunyi bahasa dalam fungsinya sebagai pembeda arti. Fonemik sendiri berasal dari kata fonem, yaitu kesatuan bunyi terkecil yang membedakan arti bunyi bahasa. Fonem sendiri ada 2 macam, yaitu vokal dan konsonan,"jelasnya.

Kembali pada Bahasa Madura, menurut pensiunan guru SD di Sumenep ini, mengikuti suara yang dikeluarkan, warna dari bunyi di dalam Bahasa Madura ada 2, yaitu halus dan tajam, sehingga secara garis besarnya ada 2 konsonan, yaitu konsonan halus, dan juga ada konsonan tajam.

"Namun mengikuti perkakas atau alat yang dipakai, mengeluarkan bunyi, menghasilkan banyak atau macam bentuk konsonan, seperti konsonan bibir dan konsonan gigi,"tambahnya. ( Farhan, Esha )