Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-01-2013
  • 505 Kali

Mencari Solusi Alternatif Sikapi Dekadensi Moral Pelajar Sumenep

News Room, Kamis ( 31/01 ) Banyaknya kasus asusila dan kenakalan pelajar serta remaja yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Sumenep, mengundang keprihatinan semua pihak untuk mencari solusi terkait fenomina tersebut. Seperti halnya yang dilakukan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) “Solusi Alternatif Menyikapi Dekadensi Moral Pelajar Sumenep”. Kegiatan yang digelar di Dreamland Hotel pada Kamsi (31/01) tersebut menghadirkan sejumlah instansi terkait di Kabupaten Sumenep, Dinas Pendidikan Sumenep, TNI, Kepolisian, Satpol PP, BPMP-KB dan sejumlah Kepala Sekolah dan organisasi kemasyarakatan dan perempuan di Sumenep. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. KH. Kamalil Ersyad, M.Pd mengungkapkan, fenomina dekadensi yang ini sudah tampak terasa dan semarak dihadapan kita. Padahal, para pemuda saat ini adalah pemegang bangsa yang akan datang. Sementara disisi lain terjadi kontradiktif dalam realita yang terjadi dengan pemuda saat ini. “Karena itu, kondisi yang tidak membahagiakan tersebut bisa ditekan, sesuai anjuran agama untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar yang dimulai dari diri, keluarga dan masyarakat,”ujarnya. Hal tersebut merupakan hal yang paling ditekankan dalam ajaran Agama Islam. Begitu juga dengan upaya yang sistematis bagaimana mencari sistem yang baik untuk diperjuangkan bersama. Yang dimulai dengan keseriusan bersama dalam penerapannya melalui perspektif pendidikan, sekolah dan masyarakat. Salah satu upaya yang perlu pula untuk dijaga dalam perspektif tatanan budaya Madura, yakni budaya masyarakat Madura yang religi serta menjunjung nilai kebangsaan. Untuk itu KH. Ersyad berharap pemikiran bersama yang dituangkan saat ini dapat menggambarkan solusi yang terbaik untuk anak-anak bangsa yang akan datang. ( Ren, Esha )