News Room, Kamis ( 22/10 ) Pembunuhan sadis satu keluarga terjadi di Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (22/10) pagi. Peristiwa berdarah yang dilakukan Beni, terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Korban tewas, yakni istri pelaku, Saradina Rahman (32), ibu mertua pelaku Suhairiyah alias Embeng (50), dan Abd. Rahman (60) bapak mertua pelaku.
Selain itu keponakan korban, Hengki Tornando (Nando), siswa kelas 3 SMA, kritis dan tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Sementara Rafi, adik Nando yang masih SMP juga lolos dari maut. Saat pembantaian terjadi, Rafi yang terjaga dari tidurnya kemudian berlari keluar rumah.
Hingga siang hari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut.
“Pelaku pembunuhan itu melarikan diri. Kami masih mengejar pelaku tersebut,”kata AKP Hasanudin, Kasubag Humas Polres Sumenep, Kamis (22/10).
Ia menuturkan, petugas sudah mengantongi identitas pelaku yang diketahui bernama Beni.
"Setelah membantai 4 orang dalam keluarga, yakni 3 meninggal dan satu kritis, pelaku langsung menghilang. Tapi kami sudah mengantongi identitas pelaku,"terangnya.
Hasanuddin mengungkapkan, motif dari pembunuhan satu keluarga itu, masih belum diketahui. "Penyidik Polres Sumenep masih memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jadi, motifnya masih kita selidiki,"ungkapnya.
Sumber di lapangan menyebutkan, pelaku, Beni, yang berasal dari luar Sumenep hendak rujuk kembali pada istrinya, Saradina Rahman (32).
Namun, ibu mertuanya, Suhairiyah alias Embeng (50), dan Abd. Rahman (60) bapak mertua pelaku tidak setuju.
Pelaku yang sudah siap dengan senjata tajam, akhirnya membabi buta dan melukai ketiganya hingga tewas berlumuran darah.
Korban Suhairiyah (Embeng), dan Abd. Rahman (Mang) tewas bersimbah darah di tempat kejadian perkara. Sedangkan istri pelaku sempat dilarikan ke RSUD Sumenep, namun nyawanya tidak tertolong.
Korban lain, Hengki Turnando yang biasa disapa Nando (17) dan masih berstatus pelajar salah satu SMAN di Sumenep dalam kondisi kritis. Saat ini, dalam penanganan petugas medis.
Dari perkawinan Beni dan Dina, mereka mempunyai 3 orang anak yang masih kecil-kecil. ( Nita, Esha )