News Room, Rabu ( 01/12 ) Berkat ketekunannya dalam memilih seni tari sebagai aktifitas kehidupan sehari-harinya, salah seorang pelatih tari di Sumenep, Taufiqurahman mengaku seringkali mendapat undangan pentas hampir di sejumlah kota besar di Indonesia. Bahkan, hingga keluar negeri pun sudah banyak yang dijajaki, seperti ke negara-negara Eropa seperti, Belanda, Prancis, Belgia, Inggris dan beberapa negara di Asia, seperti China, Taiwan dan Singapore. Pemilik Sanggar Tari Bhumi Jokotole ini, juga sudah menciptakan kreasi beberapa jenis tari tradisional Madura. Bahkan, Tari Muang Sangkal, salah satu jenis tari yang kreasinya sering ditampilkan pada kegiatan pembukaan berbagai kegiatan seremonial menyambut tamu pejabat maupun acara mantenan. Karena dianggap memiliki makna, bisa menolak bala dan petaka. “Syukurlah, melalui Tari Muang Sangkal inilah, justru saya dan para penari di Sanggar Jokotole ini bisa melanglang buana ke berbagai daerah di tanah air dan keluar negeri dengan gratis, bahkan dibayar,”ujar Taufik, sapaan akrab pria berpenampilan tinggi putih ini. Sederet penghargaan juga cukup banyak berjejer di sanggarnya yang ada di Jalan KH. Mansyur Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Mulai dari tingkat Kabupaten Sumenep, Pemerintah Propinsi Jawa Timur hingga Nasional. Bahkan, penghargaan dari Dinas Pariwisata Jawa Timur berupa penghargaan Cak Durasim Award 2008 mejeng diantara penghargaan lainnya. Menurutnya, Tari Muang Sangkal sendiri sudah melekat sebagai Budaya Seni dari Kabupaten Sumenep yang sudah di inventasisasi sebagai tari khas di Bumi Sumekar ini. Bahkan, setiap acara Pekan Budaya Nasional yang dilaksanakan secara bergilir dibeberapa daerah di Indonesia, Tari Muang Sangkal bahkan menjadi primadona penampilan dari Jawa Timur. Untuk, menghidupkan tari dan penari yang menggeluti hobby dibidang kesenian itu, Taufik mengaku selalu memberikan yang terbaik dalam setiap ikon penampilannya. Karena itu, seringkali hajatan maupun acara-acara yang dilaksanakan oleh organisasi maupun alumni orang-orang Sumenep di suatu daerah mengundangnya untuk tampil. “Mereka bangga dengan kesenian yang dimiliki daerah kelahirannya, dan kemudian juga diperkenalkan kepada orang-orang penting yang ada disana. Seperti halnya yang baru dilaksanakan oleh alumsi salah satu perguruan tinggi di Jokyakarta,”pungkasnya.( Ren, Esha )