News Room, Senin ( 15/09 ) Sebanyak 43 peserta Karnaval Budaya 2014 se Kabupaten Sumenep yang masing-masing peserta karnaval terdiri dari 23 orang, meramaikan Kota Sumekar. Kegiatan Karnaval Budaya yang dibuka dan dibersngkatkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si, Minggu siang (14/09) kemarin berjalan tertib dan lancar dengan apresiasi masyarakat yang antusias menonton kegiatan tahunan ini. Dalam sambutannya, Bupati Sumenep berharap kegiatan Karnaval Budaya yang digagas Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumenep dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya pada masa-masa yang akan datang. “Kepada seluruh Pembina Pramuka di Gugus Depan hingga pengurus Kwarcab Sumenep, saya ucapkan terimah kasih atas pengabdiannya, ketulusan, dan kegigihannya, serta pengorbannnya untuk pembinaan Pramuka,”ungkapnya. Bupati juga mengajak seluruh elemen terus merapatkan barisan untuk menyatukan gerak langkah dalam melaksanakan pembinaan karakter generasi mdua. Apalagi, sejak revitalisasi Gerakan Pramuka beberapa tahun lalu, cara pandang masyarakat mulai tampak atas peran besar pembinaan Gerakan Pramuka terhadap generasi muda. “Dengan kecakapan hidup yang telah dimiliki dari pembinaan Gerakan Pramuka, diharapkan generasi muda semakin mampu menghadapi tantangan masa depan dan perubahan global yang terjadi,”tambahnya. Sementara Ketua Kwarcab Pramuka Sumenep, Drs. H. Ach. Shadik, M.Si menjelaskan, kegiatan Karnaval Budaya 2014 yang diikuti sebanyak 43 regu dari peserta Pramuka Penggalang di tingkat SD/MI dan SMP/M.Ts, serta dari Pramuka Penegak tingkat SMA/MA/SMK. Kegiatan “Karnaval Budaya 2014” dilaksanakan masih dalam suasana memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke 53 dengan mengambil tema “Melalui Gerakan Pramuka, Kita Junjung Tinggi Budaya Bangsa.” Yang diharapkan dapat menciptakan Pramuka yang lebih kreatif dan inovatif, serta untuk menunjukkan kreasi dan imajinasi dalam menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki. “Ini upaya Pramuka untuk turut ambil bagian dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai budaya, khususnya di Kabupaten Sumenep, yang sudah mulai rentan tergerus arus globalisasi,”ungkapnya. ( Ren, Esha )