Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-03-2014
  • 476 Kali

Masyarakat Sering Simpulkan Sendiri Penyakit Chikungunya

News Room, Kamis ( 13/03 ) Penyakit cikungunya yang wabahya sempat menarik perhatian masyarakat di tahun 2007 hingga kini, masih seringkali menjadi kekhawatiran masyarakat, termasuk di Kabupaten Sumenep, sehingga seringkali masyarakat kebingungan dan panik, ketika mengalami gejala penyakit yang hampir menyerupai tanda-tanda seperti penyakit chikungunya. Hal tersebut diakui Kepala Bidang Penanganan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Hj. Regnani, M.Si, M.Kes kepada News Room, Kamis (13/03). Menurutnya, dalam beberapa tahun secara medis, tidak ditemukan masyarakat yang terserang penyakit chikungunya. “Namun, kadang-kadang masyarakat panik ketika mengalami demam dan panas dingin, sehingga timbul diagnosa masyarakat sendiri, jika itu penyakit chikungunya,”ujarnya. Informasi dari masyarakat tersebut cepat tersebar, dan kemudian meminta kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging atau pengasapan di daerah tersebut. Padahal, sebenarnya di tempat yang lain justru mewabah DBD yang segera perlu dilakukan fogging. Sementara, setiap tahun di Kabupaten Sumenep yang banyak terjadi justeru penyakit DBD, yang sebenarnya justru lebih berbahaya dari penyakit chikungunya. Ditahun 2013 lalu misalnya tercatat sekitar 800 orang terserang DBD, dan 5 diantaranya meninggal dunia. “Dan tahun ini selama 2 bulan, mulai Januari hingga akhir Pebruari lalu sudah tercatat 62 orang terserang DBD dari 34 Desa di Kabupaten Sumenep. Dan ini perlu penangangan serius dari kami,”tambahnya. ( Ren, Esha )