umenep-Infokom News Room : Meski dengan menggunakan alat yang sangat terbatas dan dimakan usia, namun Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep masih eksis dalam memberikan pelayanan pelatihan yang optimal bagi masyarakat, guna mendapatkan ketrampilan. Demikian ditegaskan Bupati Sumenep, Drs. Endro Siwantoro, M.Si seusai melakukan kunjungan ke BLK beberapa waktu lalu. Dikatakan pula, sebenarnya fenomena itu hampir semuanya dialami 10 UPT BLK se Jawa Timur, termasuk BLK Sumenep, sebab dari kunjungannya dibutuhkan adanya peralatan baru, seperti peralatan elektrik dan permesinan, sedangkan peralatan lainnya, kondisinya masih memungkinkan untuk dipergunakan. Bupati menuturkan, agar BLK dapat memberikan pelayanan yang prima, maka selayaknya Pemerintah Daerah, dalam hal ini 4 Kabupaten di Madura menganggarkan dana melalui APBD, sebab selama ini pendanaan BLK itu hanya melalui APBD Propinsi Jawa Timur dan hal itu tidak terlalu besar. Disinggung sikap Pemkab Sumenep, Bupati Endro Siswantoro mengatakan, pihaknya berencana ditahun ini akan menganggarkan dana melalui PAK. Bupati Endro Siswantoro menambahkan, menghadapi realisasi Jembatan Suramadu, diharapkan masyarakat Sumenep untuk memanfaatkan BLK, sebab dengan kondisi pertanian yang kian memprihatinkan, maka masyarakat dituntut untuk memiliki ketrampilan, baik ketrampilan dalam bidang industri maupun kerajinan lokal. Bahkan Bupati menekankan, keberadaan BLK itu tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat saja, meliankan Pondok Pesantren juga lebih mengoptimalkan BLK itu sendiri, agar selain memiliki ilmu agama juga mempunyai ketrampilan sebagai penunjang kehidupanya, jika nantinya berada ditengah-tengah masyarakat. ( Yasik, Esha )