Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-02-2008
  • 807 Kali

Masyarakat Dihimbau Hemat Energi Listrik Dan Minyak

News Room, Selasa ( 19/02 ) Pemerintah Propinsi Jatim mengimbau agar masyarakat menghemat seminimal mungkin penggunaan energi listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya minyak tanah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim H Imam Utomo saat menjadi Inspektur Upacara Apel bulanan (17-2-2008) di Halaman Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya, Senin (18/02). Dikatakannya, perlu diketahui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada 2008 cukup besar sekitar Rp. 800 triliun, tetapi sepertiganya untuk membayar subsisdi minyak, listrik dan bunga hutang negara sebesar antara Rp. 200 hingga Rp. 300 triliun, dari berbagai subsisdi yang paling besar adalah subsisdi untuk listrik dan penggunaan bahan bakar minyak tanah. Oleh karena itu, penghematan untuk penggunaan energi listrik baik untuk konsumsi masyarakat dan di kantor-kantor pemerintah perlu dilakukan mulai sekarang. Kami mengimbau kepada kantor-kantor pemerintah baik di propinsi dan Kabupaten/Kota di Jatim turut menghemat energi listrik dengan jalan setelah jam kantor selesai alat-alat elektronika, seperti AC, computer, kulkas dan lampu-lampu dimatikan. Berkenaan dengan hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (18/02) kemarin memanggil Gubernur Jatim, Jateng, Jogjakarta, Banten, dan DKI Jakarta guna membahas masalah pendistribusian minyak tanah. Karena daerah-daerah di Pulau Jawa kebutuhan minyak tanah sangat besar. Menurutnya, subsidi minyak tanah saat ini paling besar di antara subsisdi-subsisdi lainnya, yakni Rp. 6.000/liter. Kerena subsidi yeng begitu besar, maka ia berharap pendistribusian minyak tanah tepat sasaran jangan sampai minyak tanah untuk masyarakat dioplos dijadikan minyak untuk industri. “Hal seperti ini jangan sampai ada lagi karena sangat merugikan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya . Disisi lain Gubernur mengatakan, semua peserta upacara untuk refleksi diri dalam rangka untuk berbenah diri seiring dengan terus meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat. Aparatur harus jeli untuk menyikapi rekontruksi berjalannya mekanisme manajemen pemerintahan yang saat ini sedang bergulir. Rekontruksi ini dimulai untuk meningkatkan citra aparatur pemerintahan dimata masyarakat dalam rangka meningkatkan kelangsungan tujuan pembangunan nasional khususnya di Jatim. Disamping itu aparatur diharapkan terus mempertahankan dan meningkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas sehari-hari guna melayani masyarakat. Agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar dan jangan sampai ada aparatur yang meninggalkan tugas kerjanya. “Kecuali tugas kantor,” tuturnya. Dicontohkannya, Minggu (17/02) malam kemarin ada media elektronika di Jakarta yang menayangkan gambar para pegawai pemerintah yang berkeliaran di pasar-pasar, Mall dan warung makan pada jam-jam dinas. Hal tersebut diharapkan jangan sampai dicontoh oleh aparatur di Jatim. ( JNR,Esha )