News Room, Rabu ( 26/08 ) Pelayanan Kesehatan gratis yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Sumenep sejak tahun lalu, ternyata betul-betul mendapat apresiasi semua lapisan masyarakat. Hal tersebut dapat dibuktikan dari tingkat pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun sejumlah Puskesmas di Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada kegiatan bantuan keagamaan di Gedung KORPRI Sumenep, Rabu (26/08) mengungkapkan, adanya peningkatan jumlah pasien yang berobat ke Puskesmas dan rumah sakit pasca diberlakukannya pelayanan kesehatan gratis dari tahun sebelum kebijakan dilaksanakan.
“Dari data yang ada di rumah sakit saja dalam satu tahun hingga mencapai 13 ribuan orang, sedangkan tahun sebelumnya tidak sampai 8 ribu pasien.”jelas Bupati.
Dikatakan pula, jika program SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang kesehatan yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep tidak dilaksanakan oleh Kabupaten lainnya di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Hal tersebut sebenarnya, hanya untuk memotong rantai yang sebelumnya tidak bisa berobat ketika tidak memiliki uang, namun dengan program SPM tetap bisa dilayani.
Karena itu, tidak sia-sia Pemerintah Kabupaten Sumenep menganggarkan Rp. 58 milyar untuk pelayanan kesehatan gratis, semua obat termasuk honor petugas sudah dianggarkan yang jelas, program kesehatan gratis tersebut sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat dan menjangkau masyarakat miskin untuk mendapat pelayanan kesehatan gratis.
“Jika ada kekurangan baik dari pelayanan dan petugas di lapangan, yang bisa saja terjadi, namun yang pasti upaya maksimal telah dilakukan. Sebab, tiga persoalan penting yang menjadi perhatian kami, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.”tambahnya. ( Ren, Fer )