Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-07-2008
  • 508 Kali

Manfaatkan MOS, Ajak Siswa Lakukan Riset Tanaman

News Room, Rabu ( 16/07 ) Budaya riset harus dikembangkan sejak anak usia dini. Dengan demikian siswa mampu mengenal tanaman sekaligus mengerti bagaimana cara menanam bibit tanaman. menggandeng LSM NSP (Ngadek Sodek Parjuga), SDN Pajagalan I Sumenep memanfatkannya dengan mengajak anak didiknya melakukan riset tanaman. Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (16/07), di Taman Sains Ghai’ Bintang di Jalan Setia Budi Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep. Ditemui saat mendampingi siswanya melakukan riset, Kepala SDN Pajagalan I, R. Moh. Djakfar menjelaskan, kegiatan riset ini adalah memanfaatkan akhir masa orientasi sekolah (MOS) untuk anak didiknya yang baru masuk kelas I. “Sejak dini anak harus ditumbuhkan kepekaannya. Jadi mereka tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan hanya sebatas teori, namun memberikan kesempatan mereka untuk melihat dan mempraktikkannya secara langsung,”kata Moh. Djakfar. Moh. Djakfar menambahkan, SDN Pajagalan I termasuk dalam SSN (Sekolah Standar Nasional). Sehingga, tuntutan bagi sekolah yang dipimpinnya sejak April 2008 lalu ini, untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Sebab, anak didik adalah modal bangsa ke depan, dan akan menjadi pengganti kalangan tua. Di tempat yang sama, Koordinator NSP, Januar Herwanto menegaskan, dengan praktik nyata seperti ini, anak akan kenal dengan budaya riset. Di kesempatan ini kata Januar, anak diajari untuk melakukan cara menanam bibit pohon Flamboyan dan Sanseviera. “Kedua jenis tanaman ini sangat bermanfaat. Menurut riset tanaman Flamboyan mempunyai kemampuan menyerap karbondioksida tiga kali lebih baik dibandingkan jenis pohon lain. Sedangkan Sanseviera adalah jenis tanman yang mampu menyerap racun dan polutan yang mengganggu kesehatan, seperti asap kendaraan dan rokok,” kata Januar penuh semangat. Di akhir kegiatan riset, anak dibiarkan membawa hasil kerjanya untuk dibawa ke rumah masing-masing. Hal ini menurut Januar sangat baik untuk perkembangan kejiwaan anak. “Pengalaman ini akan terus terekam di memorinya sebagai kesan pertama mereka melakukan riset, dan akan terus mengingatnya sampai mereka dewasa kelak,” tegas Januar. ( Adjie, Esha )