Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2007
  • 938 Kali

Manfaatkan Kotoran Sapi Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Sumenep-Kominfo News Room : Pemanfaatan kotoran sapi yang mengandung gas metana, benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pulau Sapudi. Gas metana dari kotoran sapi tersebut selanjutnya diproses melalui teknologi biogas menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah atau kayu bakar. Bahkan, limbahnya masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Sukses China dan India dalam mengembangkan energi biogas ini, membuat pemerintah Indonesia segera mengambil langkah yang sama. Energi biogas diperkenalkan di Indonesia Tahun 1970-an ini ternyata memberikan keuntungan bagi perekonomian rakyat. Hal tersebut menjadi bahasan dalam acara Presentasi Kemajuan Bantuan Energi Alternatif Biogas di Pulau Sapudi, bertempat di ruang rapat Graha Adirasa, Jum’at (20/07) siang kemarin. Departemen Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil menggandeng PT. BKK Surya Construction untuk mengembangkan teknologi ini di Pulau Sapudi. Hingga akhir Agustus 2007, akan dibangun 800 reaktor Biogas di dua Kecamatan di pulau Sapudi, masing-masing 400 unit di Kecamatan Nonggunong dan 400 unit di Kecamatan Gayam Sapudi. Dari analisis ke-ekonomian yang dipaparkan pembicara dari PT. BKK Surya Construction, masyarakat Sapudi pengguna energi Biogas akan memperoleh keuntungan, sekaligus meringankan beban pemerintah. Setiap keluarga pengguna alat biogas meringankan beban pemerintah sebesar Rp. 1.945.450,00 per tahun. Jadi jika pengguna alat biogas adalah 800 keluarga, maka masyarakat meringankan beban pemerintah sebesar Rp. 1.556.360.000,00 per tahun, atau Rp. 12.450.880.000,00 selama 8 tahun. Sedangkan untuk pupuk organik yang dihasilkan dari reaktor biogas rata-rata 15 kg per hari atau 5.400 kg per tahun, dengan harga jual Rp. 750,00 per kg, sehingga masyarakat bisa meraup keuntungan ekonomis sebesar Rp. 4.050.000,00 per tahun. ( Adjie, Esha )