Media Center, Kamis ( 25/01 ) Kiai Khathib Paddusan, salah satu ulama besar Sumenep di masanya, hingga saat ini masih begitu karib didengar. Khususnya bagi pemerhati dan peminat sejarah di Sumenep. Namanya jelas tak bisa dilepaskan dari Islamisasi di Sumenep. Salah satu dari 3 putra Pangeran Katandur ini dikenal juga sebagai salah satu leluhur Raja Sumenep dinasti terakhir. Pasareannya di Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, hingga saat ini menjadi jujukan peziarah dari banyak kalangan.
Namun, selain makam yang memang dikenal sejak jaman lampau itu, baru-baru ini ditemukan makam lain yang di nisannya juga tergores tulisan, bahwa di situ adalah makam Kiai Khathib Paddusan. Posisi makam tersebut berada di sebelah barat makam Kiai Khathib Paddusan.
“Kalau dilihat dari goresan di batu nisan itu beda dengan tulisan pada umumnya makam kuna di Sumenep,” kata RB. Nurul Hidayat, salah satu pemerhati sejarah di Sumenep.
Menurut Nurul, tulisan di nisan makam di sebelah pasarean Kiai Khathib Paddusan itu berbentuk goresan, bukannya tulisan yang timbul dari permukaan batu nisan kuna pada umumnya. Meski Nurul juga tak menampik jika memang ada yang bermodel demikian. “Tulisannya juga sangat bagus. Jadi perlu melibatkan ahli untuk mengujinya,” imbuhnya.
Dalam pantauan Media Center, badan makam juga terlihat beda dengan makam lain yang ada di kompleks tersebut. Hingga saat ini banyak kalangan peziarah maupun pemerhati sejarah yang penasaran, sehingga kroscek ke lokasi tersebut. “Kalau dilihat dari tulisan dan model makamnya memang diragukan. Apalagi jika seandainya yang ini (makam yang juga bertuliskan Kiai Khathib Paddusan; red) itu adalah anak Kiai Khathib Paddusan, dalam catatan silsilah tidak ada Kiai Khathib Paddusan II,” kata RB. Ja’far Shadiq, pemerhati sejarah lainnya di Sumenep.
Kalau dibandingkan dengan nisan Kiai Khathib Paddusan yang memang masyhur sejak dahulu, memang banyak perbedaan. Khususnya tulisan atau inskripsi makam. Di makam Kiai Khathib Paddusan bertuliskan huruf carakan kuna. ( M Farhan M, Esha )