News Room, Kamis ( 15/10 ) Rupanya harapan dan impian masyarakat Desa Bilepora Rebba terjawab, dengan pembangunan jalan di Desa Bilepora Rebba hampir 70 persen sudah teraspal semua. Tak hanya itu, masyarakat saat ini sudah bisa tidur pulas tanpa khawatir harus memikirkan hewan-hewan peliharaan mereka hilang, seperti yang terjadi pada beberapa tahun silam. Kepala Desa Bilepora Rebba, Mohammad Sarrap, saat ditemui tadi siang, Kamis (15/10) mengungkapkan, dengan adanya proyek Program Pengembangan Transpotasi Pedesaan (P2TP), dengan dana Rp. 50 juta, semuanya dipergunakan untuk pengerasan jalan di Dusun Taman Desa Bilepora Rebba dengan panjang 339 meter, lebar 2,5 meter, dan proyek tersebut dikerjakan sendiri oleh masyarakat Desa Bilepora Rebba tanpa mendatangkan konsultan ataupun pekerja dari Desa lain. Anggaran Dana Desa (ADD) juga diperuntukkan untuk pengerasan jalan yang lokasinya di Dusun Taman menuju Dudun Daya Sungai Desa Bilepora Rebba dengan panjang 215 meter, lebar 2,5 meter, namun karena masyarakat Desa Bilepora Rebba begitu antusias, akhirnya volumenyapun ditambah dari 215 meter menjadi 415 meter, dengan penambahan volume tersebut, masyarakat rela mengerjakannya tanpa pamrih atau dalam arti lain, masyarakat mengerjakan dengan bergotong royong tanpa dibayar. Namun pengerasan jalan tersebut menemui kendala klasik, yaitu dari Dusun Taman menuju Dusun Daya Sungai, jalannya terputus karena ada sungai yang sampai saat ini, masih belum ada jembatannya. Padahal menurut Mohammad Sarraf, dirinya sudah berkali-kali mengajukan kepada Dinas terkait pengajuan jembatan beton yang menghubungkan Dusun Taman menuju Dusun Daya Sungai, namun belum bisa dilaksanakan, karena alasan tidak ada dana untuk jembatan beton yang menelan biaya besar. Mungkin bisa melalui APBD Propinsi maupun APBN. Bukan hanya itu, Anggaran Dana Desa ( ADD ) dengan nominal Rp. 53 juta yang saat ini masih diterima 60 persen, yaitu sekitar Rp. 32 juta, juga digunakan untuk pembangunan jembatan kali, dengan lebar 2,5 meter, panjang 3,5 meter yang lokasinya juga di Dusun Taman menuju Desa Benaresep Barat. Masyarakat sangat berharap pada Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat Sumenep untuk didengar dan direspon, karena masyarakat dibawah hanya bisa berharap dan menunggu jawaban dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, dan tak lebih dari itu. ( Ren, Esha )