News Room, Jum’at ( 04/02 ) Kerusuhan yang terjadi di Kairo, Mesir, tidak menyurutkan keinginan pelajar Sumenep, untuk kembali melanjutkan perkuliahan di Negeri Piramid tersebut. Seperti yang diungkapkan Robiah Al Adawiyah Hidayat (24), putri pasangan Hidayat Marhawi-Rafikah, warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, yang baru tiba Kamis (03/02) kemarin, setelah dievakuasi oleh pemerintah Indonesia. “Saya memang baru tiba kemarin, karena didesak oleh orang tua supaya pulang. Namun, saya masih ingin menuntaskan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Nanggung sih, sudah semester 8, jadi mau tidak mau saya harus kembali ke Mesir, tapi kalau kondisi disana sudah kondusif,”kata Robiah, pada wartawan di rumahnya, Sumenep, Jum’at (04/02). Sebelum dievakuasi, kata Robiah, dirinya bersama mahasiswa Madura lainnya, sempat was-was dan bimbang, apakah akan pulang ke tanah air atau bertahan di Mesir. “Tapi, karena desakan orang tua, ya kami terpaksa pulang. Apalagi, sejak kerusuhan terjadi, perkuliahan dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Jadi, kami putuskan pulang saja,”ujarnya. Ia juga mengungkapkan, pasca kerusuhan itu, seluruh warga atau mahasiswa Indonesia termasuk dirinya tidak bisa menikmati udara bebas. “Karena Pemerintah Mesir memberlakukan jam keluar bagi warga, yakani dari pukul 3 sore hingga pukul 8 pagi. Selebihnya, berdiam diri didalam rumah. Bahkan, pengaruh kerusuhan itu, juga menyebabkan harga kebutuhan pokok naik 2 sampai 3 kali lipat. Situasi inilah yang membuat kami merasa terkungkung, dan berpikir untuk pulang demi keselamatan mengingat kerusuhan semakin memanas,”terangnya. Sementara, Bapak Robiah, Hidayat Marhawi mengaku tidak mempersoalkan jika putrinya masih ingin kembali ke Mesir, guna melanjutkan kuliahnya. “Sebagai orang tua, kami tidak akan menghalanginya untuk kembali ke Mesir. Hanya saja, kalau situasi sudah kondusif. Kami tidak ingin ilmu yang sudah diserap sejak tahun 2007 di Mesir, akan sia-sia tanpa memperoleh gelar Sarjana,”ungkapnya. Robiah Al Adawiyah Hidayat, merupakan mahasiswi Universitas Al-Azhar, semester 8, jurusan Syariah Islamiyah. Sejak tahun 2007 lalu, dia menuntut ilmu di Negeri Piramid. Namun, karena kerusuhan yang menimpa negeri itu, dirinya terpaksa kembali ke kampung halamannya, dengan menggunakan fasilitas pemerintah, dan tiba dirumahnya di Sumenep, pada Kamis (03/02) kemarin. ( Nita, Esha )