Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-03-2021
  • 1399 Kali

Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Demo Tuntut Transparansi Dana PPL

Media Center, Senin ( 15/03 ) Puluhan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi di kampusnya sendiri, menuntut transparansi penggunaan dana Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) II, Senin (15/03/2021).

Sambil membawa spanduk protes dan poster tuntutan, mereka juga sempat menyegel pintu utama masuk kampus.

Aksi unjuk rasa ini menuntut pihak kampus transparan perihal dana Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) II 2021 yang nilainya mencapai Rp42.500.000,-. Sedangkan biaya pendaftaran Rp500 ribu per mahasiswa dari 85 orang yang ikut PPL II.

"Seharusnya ada penjelasan secara rinci dari pihak kampus dan diperuntukkannya untuk apa saja. Ini tidak ada informasi apa-apa mahasiswa langsung disuruh mendaftar Rp500 ribu," tutur Korlap Aksi, Moh. Rusdi.

Ia juga menuturkan, bahwa ada beberapa hal yang mengganjal dalam pelaksanaan PPL II tersebut, bahkan hal itu dirasakan oleh peserta. Ia mencontohkan seperti tidak adanya fasilitas dalam bentuk nyata.

"Salah satunya, seperti pedoman yang berbentuk file bukan berbentuk buku. Harusnya, pedoman ini dicetak karena pihak sekolah tempat PPL juga menanyakan itu. Lagian peserta ini sudah mendaftar dengan biaya Rp500 ribu untuk keperluan PPL II," ujarnya.

Mahasiswa juga merasa terbebani dengan biaya pembuatan cinderamata yang harus ditanggung setiap kelompok PPL. Padahal, menurut Rusdi, idealnya hal itu menjadi tanggung jawab kampus, karena biaya Rp500 ribu dirasa sudah cukup untuk memenuhi fasilitas PPL.

"Akan tetapi hal ini tidak sesuai dengan harapan mahasiswa PPL II yaitu cinderamata atau kenang-kenangan ini dibebankan kepada setiap kelompok dengan cara sumbangan," tegasnya.

Setidaknya ada tiga butir tuntutan yang dialamatkan kepada pihak manajemen kampus pada aksi demo damai ini. Bahkan, tuntutannya itu dituangkan pada kertas bermaterai agar ditandatangani pimpinan kampus.

Pertama, kita minta transparansi anggaran PPL Il 2021. Kedua, berikan fasilitas lengkap terhadap peserta PPL II dan terakhir evaluasi dan perbaiki budaya birokrasi dan kegiatan kampus," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPPL STKIP PGRI Sumenep, M. Suhaedi mengungkapkan, jika tuntutan mahasiswa sudah diselesaikan melalui musyawarah di internal kampus. Termasuk juga permintaan untuk mencetak buku pedoman bagi peserta PPL II.

"Alhamdulillah tuntutan adik-adik sekalian sudah kita clear-kan. Pedoman yang awalnya kita cukup download ternyata diminta cetak, maka akan kita cetak," urainya.

Bahkan, terkait transparansi biaya PPL II, lajut Suhaedi, sebenarnya pihak kampus dari awal sudah transparan. Bahkan, Suhaedi bersikukuh jika biaya PPL itu sudah dipotong.

"Sudah transparan, sudah disampaikan barusan uang itu. Apalagi di masa pandemi ini, dana pendaftaran PPL itu tidak memberatkan karena sudah kami potong, dari semula Rp650 ribu menjadi Rp500 ribu," pungkasnya. ( Nita, Fer )