Media Center, Rabu ( 01/08 ) Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) dan Lingkar Intelektual Mahasiswa (Lima) Sumenep, Madura, Jawa Timur, nekat menyegel ruang Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (01/08).
Penyegelan tersebut dilakukan lantaran pihak mahasiswa dibuat kecewa terkait adanya undangan untuk melakukan hearing bersama Komisi II DPRD Sumenep, namun setelah mahasiswa menghadiri sejak pagi, para wakil rakyat itu tiba-tiba tidak ngantor.
"Ini bentuk kekecawaan kami, padahal sudah jelas-jelas Komisi II mengundang kami untuk melakukan diskusi bersama semua UPT Pasar dan Dinas terkait di Daerah Sumenep. Namun, wakil rakyat ini malah tidak ngantor," kata Koordinator Mahasiswa Sumenep, Abdul, Rabu (01/08).
Adapun tulisan yang ditempelkan di pintu tersebut adalah bagian dari tuntutan mahasiswa. Yakni, “Pungli Pasar Tradisional, DPRD Hanya Diam”, “DPRD Tak Berdaya Hadapi Pungli” dan “DPRD Abaikan Pungli Pasar”.
"Secara tidak langsung, DPRD ini sudah mengabaikan aspirasi rakyat. Apalagi soal pungli," tudingnya.
Sementara, informasi yang dihimpun media ini dari salah satu staf Komisi II DPRD Sumenep, para wakil rakyat itu berkunjung ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali guna melakukan konsultasi soal Raperda. ( Nita, Esha )