News Room, Senin ( 22/09 ) Kegiatan keagamaan bagi santri dan santriwati yang ada di Madrasah Diniyah Al-Muniri Desa Matana Air Kecamatan Ruburu, selama bulan suci Ramadhan terus dilakukan. Bahkan pengkajian Kitab Al-Quran dan Kitab Kuning bagi para santri yang mayoritas anak yatim dan anak kurang mampu itu lebih ditingkatkan dari hari-hari biasanya. Pengasuh Yayasan Sosial Al-Muniri, K. Hamid Ali Munir, mengaku sejak didirikan sekitar tahun 1987, pihaknya memang menampung para anak yatim dan kaum duafa, baik dari warga sekitar maupun dari luar Desa dan Kecamatan Rubaru. “Kami memang tetap konsis dengan kegiatan keagamaan sebagaimana kegiatan sekolah diniyah, meski saat ini banyak sekolah diniyah yang berganti menjadi sekolah umum dan sebagainyaâ€Â, ujar K. Hamid, yang juga anggota DPRD Sumenep ini. Sebab itu dinilai K. Hamid akan merusak tatanan yang sudah ada. Sebab jika ikut-ikutan mendirikan lembaga hanya semata-mata untuk bersaing dengan lembaga lain, tidak akan memberi manfaat. Misalnya saja mendirikan mesjid, padahal disekitarnya sudah ada mesjid. Jadi, tegas K. Hamid, yang terjadi bukan mengembangkan Islam, malah merusak tatanan dan menimbulkan persaingan yang kurang sehat diantara ummat Islam itu sendiri. Begitu juga dengan lembaganya, yang tidak ingin ikut-ikutan mengganti ke sekolah formal. Sebab disekitarnya sudah banyak sekolah formal, seperti MI, SD, MTs, SMP dan seterusnya. Sementara lembaganya hanya mengkhususkan pendidikan ke Islaman, dan mereka tetap diberi kebebasan menimba ilmu umum dimana mereka sukai. Mulai dari tingkat SD bahkan hingga Perguruan Tinggi. Ada sekitar 37 santrinya yang ada, sebanyak 22 santri tetap memilih berada di pondok, untuk memperdalam lagi kegiatan keagamaannya. Seperti Hotmil Quran dan Hotmil Kitab Kuning. Lebih lanjut K. Hamid yang memiliki 5 orang putra ini, mengaku untuk menghidupi para santri ini, pihaknya bersama penduduk setempat dengan dibantu para santri beternak ayam petelur sekitar 200 ayam dan pembesaran sapi sebanyak 5 ekor. “Alhamdulillah, dengan datangnya rizki dari beberapa sumber yang tidak disangka-sangka, kami dapat memberi makan dan membayar para pengajar dengan lancar,â€Âujar suami Rahmania ini dengan senyum. Semua tergantung dari niat, jika kita memiliki keinginan untuk membantu orang lain yang kesulitan dalam kehidupannya maupun dalam menuntut ilmu, Insya Allah, akan diberi jalan yang mudah. Sebab Allah SWT akan memulyakan orang-orang yang menyantuni anak yatim dan kaum duafa. ( Ren, Esha )