Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-07-2013
  • 480 Kali

Lokakarya PLPBK Dan PIPP 2013 Di Kabupaten Sumenep

News Room, Kamis ( 04/07 ) Berbagai program yang dilakukan oleh pemerintah, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah, tiada lain untuk meningkatkan kualitas manusia. Sebab, kualitas manusia menentukan kemajuan sebuah bangsa. dan kemajuan sebuah bangsa menunjukkan kemakmuran masyarakatnya. Dan salah satu tantangan peningkatan kualitas manusia di Indonesia, adalah memerangi kemiskinan. Hal tersebut diungkapkan Asisten Pemerintahan Setdakab Sumenep, Drs. H. Achmad Fausi, MM ketika membacakan sambutan Bupati Sumenep, pada Pembukaan Lokakarya Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas PLPBK) dan Mid Term Review serta Sosialisasi Tingkat Kabupaten Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2013, di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Kamis (04/07). Menurutnya, kemiskinan menjadi identitas bangsa-bangsa terbelakang dan berkembang. Karena, semakin tinggi jumlah kemiskinan semakin terbelakang bangsa tersebut. bahkan Sayyidina Ali pernah mengatakan, “seandainya kemiskinan itu berwujud manusia, maka sudah kubunuh kemiskinan itu”. Hal itu mengisyaratkan, bahwa kemiskinan memang harus diperangi. Tugas pemerintah mengentas kemiskinan sangatlah strategis. sebab, kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang biasa. tapi harus dengan cara-cara yang luar biasa. “Karena itu saya berharap, Desa yang menerima alokasi dana program PLPBK dan PPIP ini, untuk dipergunakan sesuai dengan baik. mari hindari hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, sebab akan berakibat tidak baik, baik bagi Desa bersangkutan maupun bagi Kabupaten Sumenep.”ujarnya. Disamping itu, jangan salah persepsi seolah-olah dengan program ini penanggulangan kemiskinan akan sukses secara menyeluruh. Padahal, ini hanya merupakan salah satu program pemerintah di antara program-program lainnya seperti pembangunan infrastruktur, stabilitas harga, program-program pendidikan, dan kesehatan. “Kemudian kepada para pelaku PLPBK dan PPIP ini, khusususnya di lapangan, untuk benar-benar melibatkan masyarakat secara utuh. Jangan sampai bergeser paradigma, program ini, hanya sebagai wadah orang perorang ataupun kelompok tertentu,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas PU. Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep,Drs. Ec. Zain Saleh, M.Si menjelaskan Kabupaten Sumenep tahun ini mendapatkan proram PLPBK dengan anggaran 1 milyar yang dialokasikan untuk Desa Kertasada Kecamatan Kalianget. Sedangkan untuk PIPP, mendapatkan dana Rp. 4.250.000.000,00 yang dialokasikan untuk 17 Desa. Dijelaskan alokasi dana untuk PIPP tersebut memang mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2012 lalu yang mencapai Rp. 5.500.000.000,00 untuk 22 Desa sasaran di 16 Kecamatan. tetapi, hal tersebut bukan menunjukkan penurunan kualitas program di Sumenep, tetapi memang di semua daerah, alokasi dana tersebut dialihkan untuk bidang-bidang yang lain. “Penetapan Desa-desa sasaran, bukanlah kewenangan Kabupaten Sumenep, tetapi murni kewenangan pemerintah pusat. Dengan berbagai kriteria-kriteria yang ada seperti tingkat kemiskinan, infrastuktur dan daerah kumuh dan sebagainya,”tandasnya.( Ren, Esha )