Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-06-2010
  • 710 Kali

LMI Programkan Bank Sampah “Ebuwhang Aobhang”

News Room, Rabu ( 02/06 ) Ebuwhang aobhang, itulah kira-kira “parebasan Madura” (peribahasa Madura) yang saat ini dijalankan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Sumenep. Demi membantu meringankan beban hidup para dhuafa dan anak yatim, LMI cabang Sumenep membuka program baru berupa Bank Sampah. Program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Sumenep, khususnya bagi para donatur rutin LMI, serta untuk masyarakat umum. Bank sampah adalah program baru LMI Sumenep yang mengajak masyarakat Sumenep dan sekitarnya untuk memperhatikan barang-barang bekas yang sudah tidak berguna agar memiliki manfaat lebih. Bahkan, Insya Allah dapat menjadi tambahan amal untuk bekal di akherat kelak. Adapun proses pelaksanaan program ini adalah bagi masyarakat yang telah berpartisipasi menjadi peserta program Bank Sampah, diharapkan mengumpulkan barang-barang bekas dan sampah yang masih layak untuk dijual, misalnya: kertas, besi, plastik, aluminium dan lain sebagainya. Dana hasil penjualan sampah atau barang-barang bekas tersebut selanjutnya dibuatkan sebuah buku tabungan milik peserta, yang kemudian sebagian dananya diinfaqkan untuk membantu kaum dhuafa dan anak yatim binaan LMI cabang Sumenep. “Dengan adanya bank sampah tersebut, nantinya masyarakat melalui LMI akan membantu kaum dhuafa dan anak yatim untuk biaya hidupnya, biaya pendidikannya, bahkan dengan program ini para orang tua anak yatim bisa diberikan modal usaha,”tegas Naryo, ketua LMI Sumenep. Ditambahkan lagi oleh Naryo, fenomena kehidupan dan masa depan anak yatim di kabupaten Sumenep mendapatkan perhatian yang serius dari LMI Cabang Sumenep. Walaupun sudah berkali-kali menggelontorkan santunan kepada ratusan anak yatim yang menjadi binaan LMI, namun masih jauh dari apa yang diharapkan. “Kami atas nama LMI berharap, anak yatim yang menjadi binaan dapat tercukupi kebutuhan sehari-harinya, biaya sekolahnya dan setelah menyelesaikan semua pendidikannya dapat hidup mandiri dengan bekal ketrampilan dan ilmu yang dimiliki,”tambah Naryo lagi. Oleh karena itu, untuk mewujudkan kamandirian anak yatim dan yatim piatu binaan LMI cabang Sumenep, dikeluarkan sebuah program baru AKU YATIM MANDIRI. Program ini bertujuan untuk memberikan perhatian dan bantuan material dan spiritual bagi anak yatim dan yatim piatu binaan LMI Sumenep mulai usia SD sampai purna asuh dengan memberikan beasiswa dan perlengkapan sekolah dan membimbingnya menuju kemandirian hidup. Selain itu bagi orang tuanya (ibu) yang dalam hal ini berstatus janda akan diberikan bantuan modal untuk membuka usaha. Bagi masyarakat Sumenep yang peduli pada anak yatim dan berminat untuk membantu pendidikannya, caranya sangat mudah. Cukup mendaftarkan diri ke LMI Cabang Sumenep Jl. Urip Sumoharjo 21 Pangarangan, Sumenep, telepon (0328) 667872 dengan menyumbangkan donasinya minimal Rp. 30.000,00 setiap bulan. Diinformasikan pula oleh Naryo, bahwa pada tanggal 29-30 Juni 2010, LMI bekerjasama dengan Bank BPRS Bhakti Sumekar Sumenep dan Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep, akan menggelar Sunatan Massal. “Untuk adik-adik yang berminat untuk menjalani ibadah ini, bisa segera mendaftarkan dirinya ke kantor cabang LMI. Dan diutamakan untuk mereka yang datang dari keluarga yang tidak mampu,”pungkasnya. ( Adjie, Esha )