Media Center, Senin (10/11) Sebanyak 250 peserta memeriahkan Festival MAGEN-Z yang digelar di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, pada Ahad (09/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi puncak dari rangkaian Madrasah Gaharu Keluarga untuk Pasutri Gen Z, sebuah program yang diprakarsai oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PCNU Sumenep.
Program Madrasah Gaharu sendiri telah berlangsung sejak September kemarin dengan menghadirkan sepuluh pasangan muda generasi Z dari berbagai wilayah. Mereka mengikuti dua kali pertemuan tatap muka di Lobuk, Bluto, untuk belajar dan berdiskusi tentang pentingnya gerakan pembaharu dalam keluarga, serta bagaimana keluarga dapat menjadi yayasan kemaslahatan umat.
Ketua LKK PCNU Sumenep Raudlatun, dalam berbagai acaranya menyampaikan bahwa Festival MAGEN-Z bukan sekedar acara penutup, tetapi juga refleksi dan penguatan komitmen lembaga dalam membangun ketahanan keluarga di tengah arus perubahan sosial.
“Kami ingin menegaskan bahwa perubahan sosial yang berkelanjutan berawal dari keluarga. LKK PCNU Sumenep berupaya agar pasangan muda memiliki wawasan, nilai, dan semangat untuk membangun keluarga yang tangguh dan berdaya,” ujarnya.
Raudlatun juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang ikut berkolaborasi, seperti Pemerintah Kabupaten Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar, Pemerintah Desa Lombang, serta sejumlah mitra strategis dan donatur, termasuk ASHOKA yang berperan dalam gerakan inovasi sosial untuk penguatan keluarga.
Sementara itu, Ketua MWC NU Batang-Batang K. Abd. Sukkur Rahman menyampaikan bahwa ketahanan keluarga adalah kunci dari ketahanan sosial masyarakat.
“Puncak dari berbagai persoalan sosial yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui keluarga. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan,” ujarnya.
Mujib, Camat Batang-Batang yang hadir mewakili Bupati Sumenep juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam membangun keluarga sebagai pusat perubahan.
“NU telah banyak membantu pemerintah daerah di berbagai sektor. Jika dulu dunia berubah karena pemuda, maka sekarang perubahan dimulai dari diri sendiri dan keluarga,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua PCNU Sumenep KHA Pandji Taufiq menegaskan bahwa peran NU tidak hanya terbatas di pesantren atau lembaga pendidikan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“NU juga bisa bersifat outdoor. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa NU hadir dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain refleksi dan Beragam, Festival MAGEN-Z juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian tradisional Tontong Pecot Ngamox Batang-Batang, serta sejumlah fun game yang melibatkan anak-anak, pasangan muda, dan keluarga.
(Miko, Han)