Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-01-2013
  • 561 Kali

Lika-Liku Guru Di Kepulauan Ketika Musim Angin Dan Ombak

News Room, Kamis ( 10/01 ) Angin kencang dan ombak besar yang terjadi dalam beberapa hari ini, membuat para guru khususnya yang bertugas di kepulauan tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Bahkan, ketika harus memaksakan untuk menyeberang harus berani melawan resiko tenggelam bahkan nyawa tahuhannya. Seperti halnya yang dialami guru SMPN 2 Giligenting, yang ada di Kepulauan Giliraja sebagian besar setiap hari nyeberang dari daratan, terpaksa hari ini, Kamis (10/01) tidak bisa menyeberang karena angin dan ombak masih menghantui peristiwa yang dialami sehari sebelumnya. Yakni, kapal yang ditumpanginya sempat dibawa arus dan tenggelam. Kepala SMPN 2 Giligenting, Abd. Salam kepada wartawan ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengakui, peristiwa nahas yang menimpa 7 orang guru yang akan menyeberang dari Pelabuhan Cangkareman Desa Aeng Baja Kene’ Kecamatan Bluto ke Pulau Giliraja, Rabu pagi (09/01) kemarin. “Seperti biasa sebanyak 7 guru yang akan mengajar hari itu menaiki perahu kecil sebelum naik ke perahu motor yang ada ditengah, namun sebelum sampai perahu kecil yang ditumpangi para guru itu dibawa arus hingga ke Desa Lobuk dan terguling,”ujarnya. Meskipun malang, namun masih beruntung ke tujuh guru hanya basah dan luka lecet kena karang dan tidak sampai dibawah arus ketengah. Namun, peristiwa tersebut sempat membuat shok para guru dan untuk sementara tidak berani berangkat sambil menunggu cuaca agak normal. Diakui Halim, kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tetap dilaksanakan, meskipun terbatasnya guru yang kebetulan memang berdomisili di tempat, yakni 1 guru PNS, 2 Guru PHL dan beberapa guru sukwan. Meskipun, terbatas untuk mengajar sebanyak 150 siswanya, diharapkan semua pihak bisa menyadari keadaan yang terjadi. “Kami tetap berharap keadaan bisa secepatnya pulih, sehingga kami bisa mengajar dengan baik seperti hari-hari sebelumnya. Memang inilah lika-liku guru di kepulauan harus selalu tabah dan sabar,”tambahnya. ( Ren, Esha )