Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-03-2013
  • 823 Kali

Lestarikan Biota Laut, Perlu Pengelolaan Hutan Mangrove

News Room, Jumat ( 15/03 ) Untuk memberikan pencerahan terhadap masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pohon mangrove, Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah Bali bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Ekosistem Mangrove selama 2 hari, tanggal 14 hingga 15 Maret 2013 di Hotel Utami Sumenep. Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Agus Prayogi kepada News Room, Jumat (15/03) menjelaskan, kegiatan pelatihan yang diikuti sebanyak 30 pengurus kelompok tani tersebut sangat tepat dilaksanakan di Sumenep, karena potensi lahan mangrove di sumenep sangat luas. “Keberadaan mangrove sangat penting untuk mencegah kerusakan lingkungan di pantai, serta kelestarian biota laut, bahkan membantu masyarakat untuk penghasilan usaha hasil laut,”ujarnya. Sebab, di areal mangrove sangat potensi adanya tempat ikan, kepiting dan lainnya yang bisa menambah pendapatan masyarakat. Bahkan, areal mangrove di Sumenep sangat luas yang tersebar di sejumlah wilayah Kepulauan Kangean, Raas, sepudi, Talango serta di Kecamatan Kalianget, Bluto, Saronggi, Pragaan dan lainnya. Dijelaskan, dari sebaran luas mangrove di Sumenep sebanyak 2.782,125 tersebar di sejumlah tempat dan terbanyak di Kepualauan Raas, Kecamatan Kalianget, Saronggi, Bluto dan Pragaan. Bahkan, sesuai Keputusan Presiden Nomor 32 pasal 26 tahun 1990, hutan mangrove merupakan kawasan lindung yang harus dijaga keberadaannya. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat tidak seenaknnya menebangi apalagi merusak hutan mangrove. “Karena jika akan ditebangpun harus ada ijin dan sesuai aturan penebangannya agar tidak sampai merusak dan merugikan banyak orang,”pungkasnya. ( Ren, Esha )