Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-09-2009
  • 622 Kali

Lebaran, Polres Sumenep Akan Tetap Geledah Pemudik

News Room, Senin ( 14/09 ) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, akan menggeledah pemudik beserta bawaannya selama Operasi Ketupat 2009. "Namun, tidak semua pemudik bersepeda motor maupun mobil kami geledah. Mereka yang membawa barang bawaan yang mencurigakan saja yang kami periksa,"kata Kepala Polres Sumenep, AKBP Umar Effendi, Sabtu kemarin. Sesuai instruksi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, kata Kapolres, salah satu hal yang harus diwaspadai selama Operasi Ketupat adalah aksi teror bom. Ia menegaskan Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan yang lebih mengedepankan pendekatan tindakan persuasif. Namun, tidak menutup kemungkinan petugas di lapangan menggeledah para pemudik yang dicurigai. Penggeledahan terhadap pemudik selama masa arus mudik dan arus balik lebaran, kata dia, adalah tindakan terakhir. "Namun, sekali lagi, itu dilakukan jikalau diperlukan. Kemungkinan adanya aksi teror bom memang harus senantiasa diwaspadai anggota dan segenap elemen masyarakat lainnya,"katanya menegaskan. Untuk sementara, pengawasan pada setiap penumpang angkutan darat maupun laut, tidak disertai dengan perintah penggeledahan badan. "Belum. Saat ini, kami belum mengeluarkan perintah penggeledahan badan pada warga, termasuk penumpang kapal di Pelabuhan Kalianget. Itu tindakan terakhir,"katanya menambahkan. Kapolres juga mengatakan sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pamkab) Sumenep untuk mengantisipasi masuknya pendatang yang terlibat dalam jaringan pelaku aksi teror bom. "Semua kepala desa se-Sumenep telah diperintah untuk mendata pendatang baru yang masuk ke wilayahnya. Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor ke anggota," katanya mengungkapkan. Ia mengatakan wilayah geografis Sumenep yang memiliki banyak pulau memang memerlukan pengawasan secara intensif. Tercatat ada 126 pulau, dan 48 di antaranya adalah pulau tak berpenghuni. "Kalau kami tidak bersinergi dengan warga di sekitar pulau tersebut, tentunya sulit melakukan pengawasan. Kami dan warga harus bersama-sama mencegah sesuatu yang tak diinginkan," katanya menegaskan. ( Nita, Esha )