Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-03-2013
  • 443 Kali

Laksamuda Tuntut Pembangunan Pasar Anom Baru Dituntaskan

News Room, Rabu ( 06/02 ) Sebanyak 20 aktifis yang tergabung dalam Laskar Sumenep Angkatan Muda (Laksamuda), Rabu (06/03) pagi melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati setempat. Sambil berpakaian kain putih ala pocong, mereka menuntut agar pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep, segera dilanjutkan. Sebab mangkraknya pembangunan Pasar Anom Baru itu membuat ratusan pedagang dipasar merugi, karena tempatnya tidak teratur. Koordinator aksi, Ferli mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan para pemuda di Sumenep terhadap kondisi pasar Anom Baru, yang saat ini sangat tidak beraturan dan sangat mengganggu aktifitas para pedagang dalam jual beli. Relokasi pasar saat ini sangat tidak mencerminkan peningkatan perekonomian para pedagang. “Mestinya pembangunan pasar anom baru tidak sampai mangkrak. Karena, pasar tersebut menjadi tumpuan roda perekonomian masyarakat Sumenep. Selayaknya pembangunan pasar itu dilanjutkan, jangan korbankan para pedagang yang ada di Pasar Anom Baru tersebut,”teriak Ferli dalam orasinya, Rabu (06/03). Sementara, Kabid Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Imam Sukandi, MM saat menemui perwakilan pendemo mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya untuk melanjutkan pembangunan Pasar Anom Baru ketahap kedua, namun hingga saat ini masih dalam proses penyelesaian secara hukum. “Untuk melanjutkan pembangunan Pasar Anom Baru itu membutuhkan dasar hukumnya, makanya kami saat ini sedang proses hukum, meminta Kejari untuk menagih uang yang lebih itu kepada pelaksana proyek,”katanya. Imam menambahkan, guna mengatasi kemacetan di Pasar Anom Baru, pihaknya bersama UPT Pasar sudah berkomitmen untuk menambah personel keamanan yang akan mengatur jalannya lalu lintas di dalam pasar. “Kami bersama UPT Pasar Anom Baru akan memperbaiki sistem pengamanan, agar tidak terjadi macet di dalam pasar, karena kami akui lokasi pasar memang sempit, karena masih dalam tahap pembangunan,”tukasnya. Sebelumnya, proyek pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep pasca kebakaran tahun 2007 lalu, diprediksi bakal menghabiskan anggaran hingga Rp. 42 milyar. Mega proyek tersebut dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama dianggarkan dalam tahun anggaran 2011, sebesar Rp. 8,1 milyar. Sedangkan tahap kedua dianggarkan dalam APBD 2012 sebesar Rp. 16,44 milyar, dan kekurangannya akan dianggarkan kembali pada tahun 2013. Namun, proyek pembangunan tahap pertama berdasarkan laporan konsultan proyek, ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Misalnya, pekerjaan tiang pancang, seharusnya kedalamannya mencapai 12 meter, ternyata yang dikerjakan hanya 6 meter. Temuan tersebut ditindak lanjuti dengan tes PDA (tes pondasi dalam) terhadap pembangunan pasar yang dilakukan tim dari ITS Surabaya. Hasil tes PDA tersebut, dinyatakan tidak sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat). Tiang pancang hanya 6 meter dari semestinya 12 meter. Selain itu, beton yang digunakan juga ditemukan kurang. Dengan temuan itu, sampai saat ini pembangunan Pasar Anom Baru masih dihentikan. ( Nita, Esha )