Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-12-2004
  • 860 Kali

LAHAN KRITIS TIMBULKAN KEKURANGAN AIR

Sumenep-Infokom News Room : Dilaksanakannya kegiatan Pencanangan Gerakan Sejuta Pohon (GSP) dan Puncak Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) serta Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) di Kabupaten Sumenep tahun 2004, yang dipusatkan di Desa Benaresep Timur Kecamatan Lenteng, Rabu (08/12) mendapat respon yang sangat baik dari salah seorang petani setempat, Suja’i. Bapak berusia 50 tahun yang mengaku aktif menggerakkan para petani untuk melaksanakan program pemerintah dalam berbagai kegiatan pertanian, berharap bibit tanaman yang diberikan kepada para petani di wilayahnya akan bermanfaat nantinya. Hanya saja menurut Suja’i, selama ini para petani ditempat mereka sangat kesulitan air ketika musim kemarau tiba. Sebab biasanya pada musim kemarau kebanyakan aliran air dari sungai dan sumur yang biasa dijadikan petani untuk mengairi ladangnya kering, utamanya didaerah yang tinggi. Sehingga menurut Suja’I, petani kesulitan mencari air ketempat yang cukup jauh. Untuk itu dia mewakili masyarakat petani disana, berharap pemerintah dapat mengupayakan pengeboran sumur air yang dalam, sehingga para petani tidak kesulitan mencari air ketika musim kemarau tiba. Agar program penanaman pohon yang dilaksanakan itu dapat berkembang dengan baik, Suja’i berharap kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam hal ini Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), agar selalu memonitor dan menerima masukan dari para petani. Sehingga berbagai persoalan yang dihadapi petani bisa ditanggulangi dengan baik. Namun yang jelas menurut Suja’i, pihaknya bersama para kelompok tani yang lain akan berupaya menjaga tanaman bantuan yang diberikan tersebut sebagaimana yang diwanti-wanti oleh Bupati Sumenep, KH. Ramdlan Siraj, SE, MM dalam sambutannya, agar masyarakat ikut menjaga dan memelihara tanaman tersebut sebagaimana mestinya, dan bukan dibiarkan begitu saja setelah pelaksanaan pencanangan ketika itu. Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Hary Sudarmadji, SP ketika dihubungi News Room usai acara pencanangan berharap, masyarakat hendaknya benar-benar bisa menjaga tanaman tersebut agar tidak diambil orang atau dibakar pada musim kemarau datang. Ditanya mengenai keluhan petani tentang masalah kurangnya air pada musim kemarau, Kadishutbun ini mengatakan bahwa kemungkinan kekurangan air sebelumnya adalah karena kurangnya sumber air yang diakibatkan karena lahan yang ada, kritis dan lapang. Untuk itu Hary Sudarmadji mengajak masyarakat membangun lahan kritis dan lapang itu dengan menanami pohon yang bisa bertahan. Sebab kalau lahan gundul, air tak bisa bertahan dan pada saat kemarau akan kering. “Kalau memungkinkan bisa dibuat lumbung air atau sumur resapan, sehingga bisa dimanfaatkan, utamanya pada musim kemarau nantinya�, ungkap Hary. Mengenai pemeliharaaannya memang diharapkan masyarakat yang harus banyak proaktif, Namun menurut Hary, para petugas penyuluh akan melakukan penyuluhan secara terus menerus kepada masyarakat agar memelihara tanaman sebaik-baiknya. ( Ren, Esha)