Sumenep-Kominfo News Room : Penderita demam berdarah dangue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, terus memakan korban jiwa. Kali ini, pasien DBD yang meninggal, yakni Rani (6 tahun), warga Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget, setelah sempat dirawat selama 4 hari. Direktur RSI Kalianget, Dr. Budi Herlambang menuturkan, meninggalnya korban DBD itu bukanlah kesalahan pihak medis di RSI Kalianget, melainkan pihak keluarga korban yang terlambat membawa ke rumah sakit. Karena, menurut Dr. Budi Herlambang, berdasarkan keterangan dari dokter yang menangani korban, bahwa pasien ketika di bawa ke RSI Kalianget sudah dalam kondisi stadium III, yang ditandai dengan panas dingin. Dr. Budi Herlambang menandaskan, selama 3 hari dirawat di RSI Kalianget, kondisi korban terus menurun, bahkan hasil diagnosa trombosit korban menurun. Sehingga, korban dipindahkan ke ruang ICU RSI Kalianget, namun karena banyaknya pasien penderita DBD, maka korban tidak memperoleh fasilitas tempat tidur. Karena itu, korban langsung dilarikan ke RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Usaha yang dilakukan RSI Kalianget ternyata tidak membuahkan hasil, karena diperjalanan korban sudah meninggal dunia. Dr. Budi Herlambang menjelaskan, sesuai dengan data yang ada, hingga saat ini pasien penderita DBD yang meninggal tercatat sebanyak 5 orang, yang berasal dari Kecamatan Kalianget, Gayam, Masalembu, Lenteng dan Talango. Dr. Budi Herlambang memaparkan, untuk bulan Pebruari 2007 ini jumlah pasien DBD yang dirawat di RSI Kalianget mencapai 49 pasien, namun mayoritas sudah sembuh, dan saat ini yang masih tersisa di RSI Kalianget sebanyak 10 pasien penderita DBD. ( Nita, Esha )