Media Center, Jumat ( 22/02 ) Sebanyak 50 Pramuka Penegak dan Pandega utusan Gudep dan Satuan Karya di Sumenep mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Brigade Penolong (BP) 13.29 Kwarcab Sumenep 2019.
Kegiatan memperingati Diklatsar BP 13.29 ini dilaksanakan dalam rangka Hari Lord Robert Boden Powel ke-162 tahun 2019 dengan mengusung tema “Pramuka Perekat NKRI Membangun Negeri Lebih Baik” digelar selama tiga hari, mulai tanggal 22 hingga 24 Februari 2019 bertempat di Bumi Perkemahan Pantai Slopeng, Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Ketua Kwarcab Sumenep, Drs. H. A. Shadik, M.Si pada pembukaan Diklatsar BP 13.29 Sumenep 2019, Jumat (22/02/2019) berharap, melalui kegiatan Diklatsar ini memberikan bekal bagi adik-adik Pramuka, khususnya para Penegak dan Pandega di Kabupaten Sumenep, untuk mampu menjadi penolong dalam setiap kejadian bencana, khususnya di Kabupaten Sumenep.
“Kita tidak berharap adanya bencana, namun ketika bencana itu datang, setidaknya adik-adik kita memiliki bekal untuk berbuat dalam situasi darurat tersebut,” ungkapnya.
Dikatakan, Pramuka sebagai wahana pembinaan generasi muda, sudah selayaknya menjadi pioner dalam melaksanakan kegiatan sosial, seperti halnya dalam memberikan pertolongan saat terjadi darurat. Untuk itu, Pramuka perlu bekal yang mumpuni dalam memberikan pertolongan, karena jika tidak memiliki kemampuan dan kecakapan yang benar, bukannya menolong malah bisa-bisa turut menjadi korban.
“Karena itu melalui Diklat Brigade Penolong bagi Pramuka ini diharapkan tidak hanya berhenti disini, namun harus terus diterapkan pada rekan-rekannya yang lain, agar kecakapannya lebih bermanfaat,” tambahnya. ( Ren, Esha )