News Room, Jum’at ( 11/07 ) Dana pendistribusian logistik Pilgub Jatim, yang diterima KPUD Sumenep, ternyata kurang. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan logistik Pilgub ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), utamanya PPK kepulauan, ternyata melebihi alokasi dana yang disediakan KPU Propinsi Jawa Timur. Ketua KPUD Sumenep, Toha Samadi, ST mengatakan, dana pendistribusian logistik Pilgub yang disediakan KPU Jatim hanya sebesar Rp. 500.000,00 sekali jalan atau Rp. 1 juta untuk pulang pergi (PP). Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk pendistribusian ke PPK kepulauan rata-rata menghabiskan sebesar Rp. 2 juta sekali jalan. "Pengiriman logistik tahap pertama ke PPK Arjasa beberapa hari lalu menghabiskan dana sebesar Rp. 1,9 juta sekali jalan, sedang yang ke Masalembu pada tahap pertama menelan biaya Rp. 1,3 juta juga sekali jalan. Jum’at pagi (11/07), kita mendistribusikan lagi kekurangan logistik Pilgub ke Masalembu melalui Surabaya dan menghabiskan dana sebesar Rp. 1,5 juta. Biaya yang kita keluarkan jauh melampaui alokasi dana dari KPU Jatim," katanya. Toha menjelaskan, alokasi dana yang disediakan KPU Jatim untuk pendistribusian ke 27 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pulang pergi (PP) sebesar Rp. 27 juta. Alokasi dana pendistribusian yang Rp. 27 juta itu tinggal sekitar Rp. 7 juta. Padahal, logistik Pilgub tahap kedua yang didistribusikan baru ke Masalembu. Sedang untuk PPK lainnya masih dalam proses untuk didistribusikan. “Masih ada logistik Pilgub tahap kedua jatah 18 PPK daratan dan 8 PPK kepulauan yang belum kita distribusikan," terangnya. Semua biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan logistik Pilgub, kata Toha, dicatat secara rinci dan resmi untuk dijadikan landasan bagi KPU Sumenep meminta tambahan dana pada KPU Jawa Timur. “Kita sudah kirim surat permohonan penambahan dana. Kalau tidak mendapat tambahan dari KPU Jatim, kita tidak tahu harus mencari dana ke mana lagi untuk biaya pengembalian logistik itu ke gudang KPU Sumenep setelah hari "H" Pilgub nanti," tegasnya. ( Nita, Esha )