News Room, Selasa ( 25/03 ) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, menetapkan darurat pendistribusian logistik Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Kondisi itu dikarenakan masih belum lengkapnya logistik, yang dianggap bakal mengganggu tahapan pendistribusian. Logistik yang belum diterima KPU Sumenep, berupa formulir C1 Plano untuk 3 Kecamatan tersebar di Daerah Pemilihan (Dapil) 7, yakni Kecamatan Kangayan, Arjasa, dan Sapeken. Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, ST, M.Si menjelaskan, penetapan darurat distribusi logistik itu, karena diperkirakan rencana awal pendistribusian akan molor, seiring formulir C1 Plano itu untuk rekapitulasi perolehan suara di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) belum diterima. Kekurangan formulir tersebut untuk 350 TPS kepulauan, yakni Dapil 7. "Nah, kalau formulir C1 Plano belum kita terima, secara otomatis pendistribusian logistik ke kepulauan akan terhambat. Awalnya kita jadwalnya 26 Maret 2014, sudah mulai pendistribusian ke kepulauan. Tapi karena belum lengkap logistik, ya terancam molor. Makanya kita tetapkan darurat distribusi logistik,"kata Thoha, Selasa (25/03). Selain itu, menurut Thoha, yang menambah rentetan tersendatnya pendistribusian logistik adalah salah cetak untuk lembar Daftar Calon Tetap (DCT) Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur. "Ada kekeliruan cetak nama pada DCT Caleg DPRD Provinsi Jatim Dapil Madura, untuk nomer urut 1 Partai Kebangkitan Bangsa. Mestinya tertera Badrud Tamam, tapi tercetak Abd. Jalil Thalha, caleg DPRD Provinsi Jatim Dapil Madura dari Partai Nasional Demokrat,"terangnya. Thoha mengungkapkan, kekurangan formulir dan salah cetak pada DCT DPRD Provinsi Jatim Dapil Madura, pihaknya sudah melayangkan laporan, baik tertulis maupun via telpon ke KPU Provinsi Jatim maupun KPU RI. "Kami mendesak kekurangan dan perbaikan DCT tersebut segera dipenuhi, maksimal Rabu (26/03) besok, supaya logistik bisa secepatnya dilakukan, khususnya ke kepulauan Sumenep,"ungkapnya. Pelaksanaan Pileg dijadwalkan pada tanggal 9 April 2014. Di Sumenep terdapat 2.798 TPS, yang tersebar di 27 Kecamatan. ( Nita, Esha )