News Room, Rabu ( 06/01 ) Seorang korban terbakarnya Kapal Layar Motor (KLM) Artasari di Dermaga Rakyat Gresik Putih Kecamatan Kalianget, Ashadi (30), warga Desa Gua-gua, Kecamatan Raas, kembali ditemukan. Tubuh Anak Buah Kapal (ABK) kapal tersebut, ditemukan tewas dengan kondisi tanpa kepala di Perairan Talango. Kapolsek Kalianget, AKP Wachid Arifaini mengatakan, korban ditemukan dijarak 500 meter dari lokasi kejadian oleh Tim SAR Satpolair Polda Jawa Timur, bersama anggota Polsek Kalianget, pada Rabu (06/01) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. “Mayat yang ditemukan itu sulit dikenali, karena hanya tinggal potongan badan saja. Bagian kepala, kaki, dan tangan sudah tidak ada. Mayat tersebut gosong atau menghitam. Karena itu, kami meyakini mayat tersebut adalah tubuh Ashadi yang hilang sejak KLM Artasari terbakar pada hari Senin (04/01) kemarin,â€Âterang Arifaini pada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (06/01). Ia menjelaskan, keluarga Ashadi yang datang dari Pulau Gua-gua Kecamatan Raas, ke Kalianget sejak Senin malam, juga meyakini mayat tersebut adalah bagian tubuh kerabatnya. “Keluarganya meyakini mayat yang kami temukan itu adalah bagian tubuh Ashadi,â€Âkatanya menegaskan. Sebelumnya Ashadi dinyatakan hilang sejak KLM Artasari yang mengangkut 60 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar pada hari Senin (04/01) pukul 16.45 WIB. Dengan ditemukannya jenazah Ashadi, seluruh korban yang hilang akibat terbakarnya KLM Artasari sudah ditemukan semua, dan jumlahnya menjadi 3 orang, yakni Juma’at, M. Nur, dan Ashadi. Informasi dari polisi, KLM Artasari mengangkut 50 ton bensin dan 10 ton solar milik Ikhsan, pengelola Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Kepulauan Kangean, Sumenep. Rencananya, kapal tersebut mau berangkat ke Kangean pada Senin sore. Namun, ketika mesin kapal baru dinyalakan untuk persiapan berangkat, kapal tersebut terbakar. ( Nita, Esha )