News Room, Rabu ( 28/09 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep segera mengucurkan bantuan bagi warga masyarakat pulau Goa-Goa yang menjadi korban tenggelamnya perahu diantara perairan Pulau Tonduk dan Goa-Gua Kecamatan Raas, pada hari Sabtu (24/09). Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si seusai rapat koordiansi di Kantor Bupati, Rabu (28/09) mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan Camat Raas, tentang rombongan pengantin warga Pulau Tonduk yang mengalami musibah kecelakaan laut serta data korban yang masih hidup dan meninggal dunia. Bagi korban yang meninggal dunia pasti mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah, dan saat ini pihaknya masih memproses pencairan dana bantuan bagi warga yang meninggal dunia tersebut. ”Dinas Sosial hanya tinggal mengusulkan pada Bupati dan ke Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset untuk pencairan bantuannya. Bantuan tersebut hanya untuk warga yang meninggal dunia, sesuai dengan nomenklatur di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.”tegasnya. Wakil Bupati menyatakan, kecelakaan perahu rombongan pengantin warga Pulau Tonduk diperairan Pulau Tonduk dan Pulau Goa-Goa, menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat melalui Menteri Perhubungan. Kemarin, Wakil Menteri Perhubungan, Dr. Ir. Bambang Susantono, MCE mengunjungi dan turun langsung ke Kacamatan Raas, guna mengetahui kondisi geografis pulau-pulau di Kecamatan setempat. ”Wakil Menteri perhubungan meminta kami, untuk mengajukan ussulan apa yang dibutuhkan untuk transportasi luat untuk melayani warga kepulauan.”ungkapnya. Sementara itu perahu yang mengangkut rombongan kerabat pengantin warga Pulau Goa-Goa, sekitar pukul 09.00 WIB, tenggelam akibat dihantam ombak diantara perairan Pulau Tonduk dan Pulau Goa-Goa Kecamatan Raas. Sesuai data, kasus tenggelamnya perahu tersebut mengakibatkan 13 penumpang tewas dan 23 lainnya selamat. Nama-nama 13 korban tewas versi data dari Camat Raas adalah Suri (61), Kartini (47), Mahub (38), Yamsuri (62), Patma (67), Nursani (55), Lisa (1), Ama (56), Mawar (35), Lia (11), Sawiya (70), Kiya (51), dan Sara (2), semuanya perempuan dan warga Desa (Pulau) Goa-Goa. Sementara 23 korban selamat adalah Halik (55), Samsul (57), Kahfi (49), Suryadi (39), Nurhasan (56), Junaidi (37), Herdiansyah (25), Mas oda (42), Astutik (39), Ila (30), Siti Amina (38), Nurmanik (32), Mawiya alias Empik (39), Fauzi (25), Samsiya (49), Sandriadi (25), Rahlia (35), Irfan (2), Erhani (25), Innalia (50), Aminullah (56), Amriawan (34), dan Suryansah (42). ( Yasik, Esha )