News Room, Rabu ( 26/05 ) Persoalan kemasyarakatan dan keamanan lingkungan, khususnya di Desa Tenonan Kecamatan Manding juga menjadi agenda penting untuk dibahas dan dicari solusi, baik oleh masyarakat sendiri, tokoh masyarakat, alim ulama, hingga pemegang pemerintahan yang ada di Desa hingga Kecamatan. Untuk menampung aspirasi serta gagasan dari para tokoh, terkait persoalan tersebut, Yayasan Al-Bajigur menyelenggarakan konsorsium bersama alim ulama, tokoh masyarakat dan perangkat Desa Tenonan serta unsur Muspika Manding. “Disamping menjadi media silaturrahmi dan perjuangan terhadap persoalan keagamaan dan kegiatan sosial, kami juga harus peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat lingkungan kami, sebab keresahan masyarakat juga merupakan persoalan kita semua yang harus dicarikan solusinya,â€Âujar K. Abdurrahman, pengasuh Ponpes Al-Bajigur ketika ditemui News Room disela-sela kegiatan konsorsium di Mesjid Al-Bajigur, Rabu (26/05). Dijelaskan, beberapa poin penting yang kami bahas diantaranya terhadap keresahan masyarakat terhadap keamanan lingkungan yang selama ini sering terganggu dengan adanya pencurian dan sebagainya. Bahkan, ini juga terkait dengan maraknya para pencari tokek, katak, bekicot dan semacamnya yang seringkali bergerilya dimalam hari dan masuk kepekarangan rumah, sehingga menjadi sasaran kecurigaan masyarakat sebagai pelaku pencurian dan sebagainya. Disamping itu, terkait dengan persoalan haram tidaknya pencari tokek yang dijadikan sebagai lahan mencari nafkah. Kemudian persoalan nikah sirri yang masih menjadi perbincangan serius dikalangan masyarakat, antara boleh dan tidak. Dan yang terakhir sebagai sebab akibat dari maraknya kegiatan turnamen Volly Ball yang dianggap sering menimbulkan kemacetan ketika diadakan di pinggir jalan, serta dampak lain terhadap menyebab keributan serta kriminalitas lainnya. “Yang jelas, hasil dari konsorsium tersebut kami serahkan kepada Kepala Desa, agar di musyawarahkan ditingkat Desa, serta kepada semua komponen masyarakat, Muspida dan seterusnya,â€Âtambahnya. Sementara itu Kepala Desa Tenonan yang hadir dalam kegiatan konsorsium tersebut mengaku bangga dengan berbagai masukan melalui forum alim ulama dan tokoh masyarakat di Desanya, sehingga nantinya, semua persoalan warganya dapat difasilitasi untuk dibuatkan kebijakan ditingkat Desa melalui Musyawarah Desa terlebih dahulu. “Kami anggap ini semua masukan yang sangat positif, karena bagaimanapun kami tidak bisa memantau perkembangan Desa dari barat hingga ke timur tanpa dukungan informasi yang diberikan oleh masyarakat,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )